Juni 14, 2023
Makanan untuk Mencegah Penyakit Jantung Koroner
Juni 15, 2023

Jenis-jenis Penyakit yang Berkaitan Dengan Jantung

Heartology Cardiovascular Hospital - Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2014 lalu, salah satu penyebab kematian yang tertinggi setelah stroke di Indonesia terhadap semua kalangan adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Selain itu, data dari WHO pada 2012 juga menunjukkan bahwa ada sekitar 17,5 juta orang di dunia meninggal karena penyakit kardiovaskuler atau 31 persen dari 56,5 juta kematian di dunia.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau supaya masyarakat bisa terus menjaga kesehatan jantung dengan cara menerapkan pola hidup yang sehat dan melakukan pengecekan secara rutin.

Sebagai salah satu organ yang paling penting dalam tubuh, jantung mempunyai fungsi utama yaitu untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga, organ tubuh yang lain bisa bekerja dengan baik, seperti mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Tapi, karena beberapa hal, seperti gaya hidup yang kurang sehat dan faktor internal lain, pada akhirnya tidak semua orang mempunyai jantung yang sehat. Hal ini menyebabkan peredaran darah menjadi tidak normal dan menyebabkan berbagai jenis-jenis penyakit. Untuk informasi selengkapnya, simak penjelasan di bawah ini!

Jenis-jenis Penyakit yang Berkaitan Dengan Jantung

1. Disfungsi Katup Jantung

Pernahkah Anda mendengar penyakit seperti ini sebelumnya? Istilah lain dari penyakit ini yaitu jantung mengipas yang disebabkan karena disfungsi katup mitral. Penyakit ini bisa saja disebabkan oleh faktor keturunan.

Di dalam organ jantung ada 4 ruang, 2 ruang pada tiap sisi (kanan dan kiri), di antara ruang atas (atrium) dan bawah (ventrikel) ada katup yg memisahkan, katup trikuspid pada jantung kanan, dan katup mitral pada jantung kiri 3 bilik.

Katup-katup tersebut berperan penting dalam regulasi aliran darah. Gejala umum yang dirasakan penderita penyakit ini adalah sesak napas.

2. Aterosklerosis

Penyakit ini membuat dinding arteri di bagian dalam mengalami penebalan karena penumpukan lemak dan kolesterol. Akibatnya, aliran darah yang melalui pembuluh otot akan terhambat dan tersumbat.

Penyakit aterosklerosis ini dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh manusia. Sedangkan, jika terjadi pada dinding arteri jantung, kondisi ini disebut sebagai penyakit jantung koroner.

Gejala yang terjadi antara lain, ada retakan pada pembuluh darah akibat tekanan yang kuat dari jantung. Keretakan tersebut akan ditutupi oleh lemak, dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah pada jantung. Apabila tidak ditangani dengan segera, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

3. Aritmia

Penyakit ini membuat jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Penyakit ini disebabkan oleh impuls elektrik yang berfungsi untuk mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Gejala yang terjadi antara lain, rasa berdebar di dada, kelelahan, pusing, sesak napas, nyeri dada, hingga pingsan.

4. Gagal Jantung

Penyakit ini terjadi ketika otot jantung menjadi sangat lemah, sehingga tidak bisa memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Hal tersebut bisa terjadi karena disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung koroner, aritmia, kerusakan katup jantung, hipertensi, anemia, miokarditis (radang otot jantung), atau cacat jantung sejak lahir.

Itulah beberapa jenis-jenis penyakit jantung berdasarkan jangka waktu berkembangnya gejala, gagal jantung terbagi menjadi dua, yaitu kronis dan akut. Untuk jenis kronis, gejala akan berkembang secara bertahap dan lama.

Sedangkan untuk tipe akut, gejala akan berkembang secara cepat. Gejala utamanya antara lain, sesak napas ketika beraktivitas atau ketika beristirahat, kelelahan sepanjang hari, dan pembengkakan pada area kaki dan pergelangan kaki.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman dan didukung oleh peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, hingga aritmia. (RF)