Mengenal Apa Itu Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) dan Penyebabnya?

Hipertensi, atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi, adalah salah satu penyakit yang paling umum dijumpai di masyarakat. Hipertensi adalah kondisi medis di mana tekanan darah dalam pembuluh darah arteri meningkat secara signifikan dan menetap. Tekanan darah dikatakan tinggi jika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan/atau diastolik lebih dari 90 mmHg. 

Definisi Hipertensi 

Tekanan darah terdiri dari dua angka: tekanan sistolik (angka yang lebih tinggi) dan tekanan diastolik (angka yang lebih rendah). Sistolik mengukur tekanan saat jantung berkontraksi, sedangkan diastolik mengukur tekanan saat jantung beristirahat. 

  

 (Sumber: InaSH Guidelines, 2023) 

Mengapa Terjadi Hipertensi? 

Dengan bertambahnya usia pada umumnya terjadi kekakuan dan penebalan pembuluh darah (disebut proses arteriosklerosis) sehingga jantung memerlukan tekanan lebih tinggi untuk memompa ke pembuluh darah.  

Faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, termasuk: 

  • Genetik: Riwayat keluarga dengan hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi.
  • Gaya hidup: Kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tinggi garam dan rendah serat, konsumsi alkohol yang berlebihan, serta merokok dapat berkontribusi pada tekanan darah tinggi.
  • Obesitas: Orang yang overweight atau obesitas cenderung memiliki tekanan darah tinggi.
  • Stres: Stres kronis dapat memengaruhi tekanan darah.
  • Umur: Risiko hipertensi meningkat seiring pertambahan usia.
  • Penyakit penyerta: Beberapa kondisi medis, seperti diabetes, dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Kondisi diatas disebut sebagai Hipertensi primer/esensial. Hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang terjadi karena penyakit lain, seperti penyakit ginjal, tumor kelenjar adrenal, masalah tiroid, penyempitan pembuluh darah ginjal, atau akibat konsumsi obat-obat tertentu.  

Diagnosis Hipertensi 

Hipertensi ditegakkan: 

1. Pengukuran Tekanan Darah:  

  • Tekanan darah diukur dengan alat yang disebut sfigmomanometer (tensimeter) 
  • Tekanan darah diukur dalam dua angka: tekanan sistolik dan tekanan diastolik  
  • Hasil pengukuran ini dinyatakan dalam bentuk dua angka, seperti 120/80 mmHg.

2. Pengukuran Berulang: 

  • Dokter biasanya melakukan beberapa pengukuran tekanan darah dalam kunjungan yang berbeda. 
  • Ini dilakukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat sementara seperti stres atau kecemasan.

3. Ambulatory Blood Pressure Monitor (ABPM): 

  • ABPM adalah pengukuran tekanan darah selama periode 24 jam dengan cara memasangkan alat tensimeter 
  • Hasil pengukuran dengan ABPM dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang tekanan darah sehari-hari pasien.  

Diagnosis hipertensi ditegakkan bila didapatkan tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. 

Penanganan 

  • Makan sehat: Konsumsi makanan rendah garam, kaya serat, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). 
  • Olahraga: Lakukan aktivitas fisik secara teratur, setidaknya 150 menit per minggu. 
  • Pantau tekanan darah: Periksakan tekanan darah secara teratur, terutama jika berisiko. 
  • Pantau gaya hidup: Batasi konsumsi alkohol, berhenti merokok, dan kelola stres dengan baik. 
  • Obat-obatan Dokter mungkin meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah jika diperlukan. 
  • Bila tekanan darah tinggi tidak bisa diturunkan dengan obat, dapat dilakukan tindakan Renal Denervation. 

Komplikasi Hipertensi 

  • Stroke: Hipertensi meningkatkan resiko pecahnya pembuluh darah di otak  
  • Penyakit jantung koroner: Hipertensi meningkatkan risiko penumpukan plak di pembuluh darah koroner 
  • Penyakit ginjal kronik: Tingginya tekanan darah dapat mengganggu fungsi ginjal, sehingga membuat ginjal menjadi terganggu. 
  • Gagal jantung: Tekanan darah tinggi menyebabkan beban kerja jantung meningkat sehingga menyebabkan kemampuan kerja jantung menurun 
  • Retinopati Hipertensi: Tingginya tekanan darah dapat mengganggu fungsi retina dan saraf mata, sehingga berpotensi membuat penglihatan menjadi terganggu. 
  • Penyakit pembuluh darah tepi/tungkai:  meningkatkan risiko penumpukan plak di pembuluh darah perifer/tungkai 

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman serta didukung dengan peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, serta aritmia.  

Filosofi “Advanced. Uncompromised” merupakan komitmen Heartology dalam menyediakan layanan kardiovaskular terbaik untuk semua usia baik dewasa maupun bayi/anak, berbasis teknologi mutakhir dan tim dokter berpengalaman yang memberikan layanan paripurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *