Juli 17, 2023
Juli 17, 2023

Penyebab Aritmia yang Harus Dihindari

Heartology Cardiovascular Hospital - Aritmia merupakan salah satu gangguan pada jantung yang mungkin banyak dialami oleh Sebagian orang. Aritmia merupakan kondisi yang membuat detak jantung tidak normal. Detak jantung bisa saja tidak beraturan, terlalu lambat, atau terlalu cepat.

Kondisi ini terjadi ketika sinyal listrik yang mengkoordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan baik. Detak jantung yang tidak teratur bisa saja terasa seperti jantung yang berdebar kencang.

Banyak kasus aritmia jantung yang sebenarnya tidak berbahaya. Akan tetapi, apabila detak sangat tidak teratur atau disebabkan oleh jantung yang lemah, maka kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang fatal seperti serangan jantung dan stroke.

Penyebab Aritmia yang Harus Dihindari

1. Penyakit jantung

Arteri jantung yang menyumbat, riwayat serangan jantung, katup jantung abnormal, riwayat operasi jantung, gagal jantung, kardiomiopati, dan kerusakan jantung yang lain adalah faktor risiko untuk hampir semua jenis aritmia.

2. Tekanan darah tinggi

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner. Tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan dinding bilik jantung kiri bawah menjadi kaku dan tebal sehingga akan mengubah cara sinyal listrik melewati jantung.

3. Penyakit jantung bawaan bisa penyebab aritmia

Jika Anda terlahir dengan kondisi jantung tertentu, maka hal ini bisa mempengaruhi ritme detak jantung.

4. Penyakit tiroid

Mempunyai kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif bisa meningkatkan risiko detak jantung yang tidak teratur.

5. Mengorok atau sleep apnea

Kondisi ini bisa menyebabkan adanya jeda dalam bernapas ketika tidur dan membuat detak jantung yang lambat (bradikardia) dan fibrilasi atrium.

6. Elektrolit tidak seimbang

Zat dalam darah yang disebut elektrolit membantu untuk memicu dan mengirim impuls listrik di jantung. Ketidakseimbangan elektrolit, baik itu terlalu rendah atau terlalu tinggi, bisa mengganggu sinyal jantung.

7. Obat

Beberapa obat, baik yang dapat dibeli dengan adanya resep atau secara bebas juga bisa menyebabkan aritmia.

8. Mengonsumsi alkohol secara berlebih

Mengonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol juga bisa mempengaruhi impuls listrik pada jantung dan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.

9. Asupan kafein

Bukan rahasia lagi jika kafein dapat  menyebabkan detak jantung berdetak lebih kencang. Lama kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan aritmia yang lebih serius.

10. Merokok

Sama seperti kafein, paparan nikotin ke dalam tubuh juga harus Anda perhatikan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Jenis dan Gejala Penyebab Aritmia

Ada beberapa jenis aritmia. Setiap jenis akan memperlihatkan gejala yang berbeda-beda. Berikut diantaranya:

1. Takikardia

Takikardia adalah kondisi jantung yang berdetak cepat tapi teratur. Berikut ini gejalanya:

- sesak napas
- pusing
- pingsan atau hampir
- dada berdebar
- sakit dada
- mendadak lemas

2. Bradikardia

Bradikardia adalah kondisi jantung yang berdetak lambat. Berikut ini gejalanya:

- nyeri dada
- sulit untuk konsentrasi
- sulit atau cepat lelah ketika berolahraga
- pusing
- kelelahan
- sesak napas
- pingsan atau hampir pingsan
- lebih banyak berkeringat.

3. Fibrilasi atrium

Fibrilasi atrium adalah kondisi jantung yang berdetak tidak teratur. Berikut gejalanya seperti:


- nyeri dada
- sesak napas
- pusing
- jantung berdebar
- pingsan atau hampir pingsan
- lemah

Untuk mencegah terjadinya detak jantung yang abnormal, Anda harus menghindari beberapa penyebab terjadinya aritmia di atas. Anda juga harus melakukan juga gaya hidup sehat, termasuk olahraga secara rutin setidaknya selama 150 menit dalam seminggu.
Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman dan didukung oleh peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, hingga aritmia. (RF)