Juli 17, 2023
Juli 17, 2023

Pantangan Setelah Operasi Bypass Jantung

Heartology Cardiovascular Hospital - Pantangan pasca operasi bypass jantung cukup beragam. Pantangan setelah menjalani operasi jantung ini memang bukan hanya dari makanan saja. Karena, selain pantangan makanan, juga bisa berasal dari aktivitas atau kegiatan yang dilakukan.

Untuk itu, sebaiknya Anda mengetahui apa saja yang harus dihindari. Apalagi mengingat operasi jantung bypass bisa mengatasi penyakit jantung koroner. 

Pantangan Setelah Operasi Jantung Bypass Jantung Agar tetap Sehat

Operasi jantung bypass, juga dikenal dengan coronary artery bypass grafting (CABG) adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mengobati penyakit arteri koroner yang parah.

Operasi jantung bypass merupakan prosedur yang kompleks dan penting untuk dilakukan oleh tim medis yang berpengalaman. Tujuan utama operasi ini yaitu untuk memperbaiki aliran darah pada jantung dan mengurangi gejala penyakit arteri koroner.

Apabila kondisi penyakit semakin parah, maka operasi ini harus segera dilakukan. Akan tetapi, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter yang tepat. Hal ini mengingat penyakit jantung harus segera ditangani agar tidak semakin parah.

Setelah melakukan operasi penting untuk mengikuti beberapa pantangan dan rekomendasi makanan yang bisa membantu proses pemulihan dan menjaga kesehatan jantung Anda. Berikut ini beberapa pantangan yang biasanya diberikan pasca operasi:

Makanan yang Tinggi Lemak Jenuh

Hindari makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti daging berlemak, mentega, margarin, dan makanan instant. Lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah dan meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah.

Makanan yang Tinggi Kolesterol

Pantangan setelah operasi jantung bypass berikutnya yaitu kurangi makanan yang tinggi kandungan kolesterol, seperti kuning telur, hati, otak, dan makanan laut seperti udang dan kerang. Kolesterol juga bisa menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Garam

Kurangi konsumsi garam dan makanan yang tinggi natrium. Garam bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang bisa membebani jantung. Hindari makanan olahan, makanan kalengan, camilan asin, dan makanan instant, yang biasanya mengandung tinggi garam.

Gula dan Makanan Manis

Anda harus membatasi konsumsi gula tambahan dan makanan manis, seperti minuman berkafein manis, permen, kue, dan minuman bersoda. Gula tambahan bisa meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, yang merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Alkohol

Pantangan pasca operasi jantung bypass yaitu penting untuk menghindari minuman beralkohol. Menghindari minuman alkohol membantu untuk melindungi kesehatan jantung Anda dan membantu proses pemulihan setelah operasi jantung.

Alkohol bisa mempengaruhi proses pemulihan tubuh pasca operasi. Alkohol bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh, memperlambat proses penyembuhan, dan memperpanjang waktu pemulihan.

Setelah operasi jantung bypass, mungkin Anda harus minum obat-obatan seperti antikoagulan, beta blocker, atau obat penurun kolesterol. Minum alkohol bisa berinteraksi dengan obat-obatan tersebut dan mengganggu efektivitasnya.

Rokok atau Tembakau

Setelah menjalani operasi jantung bypass, sangat penting untuk menghindari rokok. Merokok berdampak negatif bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bahkan bisa menghambat proses penyembuhan pasca operasi. Pantangan setelah operasi jantung bypass ini mempunyai risiko yang cukup besar.

Makanan Instant

Hindari makanan instant dan makanan yang diolah secara industri. Makanan ini biasanya tinggi lemak jenuh, garam, dan kalori, dan kurang serat dan nutrisi penting.

Selain pantangan makanan, sangat penting juga untuk mengikuti program pemulihan jantung yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Hal ini mungkin seperti menjalani rehabilitasi jantung, mengikuti diet sehat, olahraga teratur, mengelola stres, dan mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. 

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman dan didukung oleh peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, hingga aritmia. (RF)