Juli 20, 2023
Juli 24, 2023

Keunggulan Terbaik Penanganan Aritmia di Heartology Bersama dr. Sunu

Heartology Cardiovascular Hospital - Heartology Cardiovascular Hospital dikenal mampu menghadirkan terobosan dan penggunaan teknologi medis terbaru untuk segala penyakit jantung dan pembuluh darah, salah satunya adalah penanganan Aritmia.

Apa Itu Aritmia?

Aritmia atau disritmia merupakan detak jantung yang tidak teratur, lebih cepat atau lebih lambat. Heart Rate (HR) dalam kondisi normal yaitu 50-100 kali per menit.

Saat terjadi aritmia, artinya impuls listrik yang fungsinya mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik dan menimbulkan detak jantung abnormal.  

Aritmia bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Penyakit arteri koroner.

2. Elektrolit dalam darah seperti natrium maupun kalium yang tidak seimbang.

3. Perubahan kerja otot jantung.

4. Luka yang disebabkan oleh serangan jantung.

5. Proses pemulihan setelah pembedahan jantung.

6. Aritmia singkat bisa terjadi pada jantung yang normal dan sehat pada kondisi tertentu.

Kenali Gejalanya

Aritmia bisa saja tidak memiliki gejala apapun. Dokter bisa mendeteksi denyut jantung yang tidak teratur saat melakukan pemeriksaan fisik dengan cara mendengarkan denyut jantung, atau dengan pemeriksaan EKG.

Beberapa gejala aritmia yang mungkin akan terjadi, antara lain:

1. Palpitasi (jantung berdebar).

2. Pukulan di dada.

3. Pusing.

4. Pingsan.

5. Nafas yang lebih pendek.

6. Rasa tidak nyaman pada dada.

7. Merasa letih atau lemah (perasaan sangat lelah).

Usia muda juga bisa saja terkena aritmia bila memiliki factor pencetus, dan hal ini bisa membahayakan kesehatan.

Pengobatan Aritmia

Pengobatan maupun terapi ini dilakukan berdasarkan jenis dan tingkat keseriusannya. Beberapa orang yang menderita penyakit ini ringan tidak membutuhkan terapi, hanya modifikasi gaya hidup dan faktor pencetus.

Selain itu, terapi bisa obat-obatan anti-aritmia maupun prosedur intervensi non bedah, seperti prosedur ablasi maupun pemasangan alat pacu jantung permanen, hingga ICD.  

Jika seseorang terdiagnosa aritmia, kemungkinan dokter akan memberikan saran untuk mengonsumsi obat anti-aritmia seperti Beta-blocker, CA channel blocker amiodarone, dan lain-lain. Fungsi obat-obatan tersebut adalah untuk mengendalikan detak jantung.

Selain itu, mungkin dokter akan meminta pasien melakukan terapi anti koagulan atau anti platelet. Obat-obatan ini berfungsi untuk mengurangi risiko penggumpalan darah dan mencakup warfarin (pengencer darah) atau aspirin.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman serta didukung dengan peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, serta aritmia. Filosofi “Advanced. Uncompromised” merupakan komitmen Heartology dalam menyediakan layanan kardiovaskular terbaik untuk semua usia baik dewasa maupun bayi/anak, berbasis teknologi mutakhir dan tim dokter berpengalaman yang memberikan layanan paripurna. (RF)