Mei 24, 2023
Kenali Gejala Penyakit Gagal Jantung Kongestif
Mei 30, 2023

Bahaya Penyakit Gagal Jantung Kongestif bagi Tubuh

Heartology Cardiovascular Hospital - Gagal jantung kongestif, disebut juga sebagai congestive heart failure (CHF), dikenal sebagai silent killer.

Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah atau memenuhi suplai darah normal yang dibutuhkan oleh tubuh. Penyebabnya yaitu adalah kerusakan otot jantung yang membuatnya menjadi tidak berfungsi secara  optimal.

Penting untuk diketahui bahwa jantung mempunyai empat ruang, terdiri dari serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Jadi berdasarkan letaknya, kelainan jantung ini dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu gagal jantung kongestif sebelah kanan, kiri, dan campuran.

Mengenal Gejala Gagal Jantung Kongestif

Gejala awal gagal jantung kongestif dapat terlihat dari adanya pembengkakan pada kaki dan pergelangan tangan, mudah lelah ketika beraktivitas, berat badan meningkat secara signifikan, dan sering buang air kecil (terutama pada malam hari).

Seiring berkembangnya penyakit, gejala yang timbul semakin nyata dan memburuk. Diantaranya yaitu denyut jantung menjadi tidak teratur, sesak, edema tungkai, batuk karena paru-paru membengkak, napas berbunyi (mengi), dan sesak napas.

Dalam kasus yang parah, gagal jantung kongestif ditandai dengan rasa nyeri pada tubuh bagian atas, kulit pucat dan membiru karena paru-paru kekurangan oksigen, kesulitan bernapas dan hilang kesadaran (pingsan).

Bahaya Penyakit Gagal Jantung Kongestif bagi Tubuh

Gagal jantung kongestif yang diabaikan tanpa penanganan berpotensi menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti:

· Kegagalan organ tubuh lain, terutama ginjal. Komplikasi ini terjadi saat aliran darah pada ginjal berkurang sehingga jika diabaikan akan menyebabkan kerusakan organ ginjal dan berakibat gagal ginjal. Penumpukan cairan juga  dapat terjadi pada organ hati sehingga menyebabkan gangguan fungsi hati.

· Gangguan katup jantung. Karena gangguan jantung kongestif berpotensi menimbulkan peningkatan tekanan aliran darah jantung dan penderitanya rentan mengalami gangguan katup jantung. Pada kasus parah, gagal jantung kongestif menyebabkan pembengkakan jantung sehingga fungsi katup menjadi abnormal.

· Aritmia, yaitu gangguan irama jantung. Komplikasi ini terjadi saat ada gangguan aliran listrik jantung yang berfungsi untuk mengatur irama dan detak jantung. Penderita gagal jantung kongestif yang mengalami aritmia berisiko tinggi menderita stroke hingga penyempitan pembuluh darah (tromboemboli).

· Henti jantung mendadak. Komplikasi ini paling berbahaya karena berisiko menyebabkan kematian. Terjadi saat performa jantung menurun secara drastis karena tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Penyebab henti jantung mendadak yaitu kurangnya suplai oksigen ke jantung, gangguan saraf pengatur fungsi jantung, dan perubahan bentuk jantung pada penderita.

Cara mencegah Penyakit Gagal Jantung

Gagal jantung kongestif dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Diantaranya yaitu menjaga berat badan tetap ideal, mengonsumsi makanan sehat (seperti buah dan sayuran), batasi konsumsi gula dan garam, rajin berolahraga, istirahat yang cukup, mengelola stres dengan baik, berhenti merokok, batasi konsumsi kafein dan alkohol, serta rutin memeriksa masalah kesehatan ke dokter (terutama untuk penderita diabetes dan hipertensi).

Gaya hidup sehat bisa dimulai dari mengatur pola makan dengan gizi seimbang, rajin berolahraga, istirahat yang cukup dan rutin melakukan pengecekan kesehatan. Hal ini penting sangat penting untuk mencegah faktor risiko sedini mungkin.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman dan didukung oleh peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, hingga aritmia. Dengan adanya Tim Dokter Spesialias dan bedah Kardiothoraksik yang berpengalaman dan terlatih.

Teknologi Canggih, dengan peralatan yang tersedia, sesuai dengan perkembangan teknologi pengobatan jantung terkini. Penanganan Optimal, Mengusung pelayanan “Patient Centered Care”, yang mengutamakan kebutuhan dan keinginan pasien. Lokasi Strategis, Berada di pusat kota Jakarta yang mudah diakses dari berbagai penjuru dan transportasi. (RF)