Aritmia Bisa Menjadi Penyebab Gagal Jantung Kongestif?

Aritmia Bisa Menjadi Penyebab Gagal Jantung Kongestif? – Kesehatan jantung harus terus menjadi perhatian semua orang karena mengingat manfaat yang sangat penting dari organ tersebut.

Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh supaya seluruh bagian tubuh bisa berjalan secara normal. Akan tetapi, jika jantung kesulitan untuk memompa darah, maka gangguan yang parah hingga kematian bisa saja terjadi. Hal lain yang bisa terjadi yaitu gagal jantung kongestif.

Ketika seseorang mengalami gagal jantung kongestif, maka organ tersebut bisa berhenti bekerja untuk sementara. Penderita penyakit ini bisa mengalami gejala awal seperti pembengkakan pada kaki dan juga akan lebih mudah untuk merasa lelah. Dikatakan juga apabila seseorang yang menderita gangguan aritmia bisa menyebabkan penyakit yang berkaitan dengan jantung tersebut.

Aritmia Bisa Menjadi Penyebab Gagal Jantung Kongestif?

Aritmia merupakan gangguan yang berkaitan dengan masalah irama jantung seseorang yang bisa terjadi karena masalah impuls listrik. Hal ini bisa menyebabkan detak jantung tidak berfungsi dengan baik, sehingga jantung akan berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, dan tidak teratur. Seseorang yang menderita gangguan ini mungkin saja tidak akan menimbulkan bahaya. Akan tetapi, hal ini juga bisa menjadi gejala dari penyakit yang lebih berbahaya.

Sedangkan, gagal jantung kongestif merupakan gangguan yang mempengaruhi kekuatan dari otot jantung seseorang untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Penyakit yang berbahaya ini bisa terjadi ketika seseorang mengalami gangguan aritmia, yaitu bradikardia atau takikardia, sebagai contoh yaitu fibrilasi atrium. Dalam beberapa kasus, ketika laju aritmia benar-benar diatur, fungsi jantung akan meningkat, sehingga gagal jantung bisa dihindari.

Aritmia dan gagal jantung kongestif memang saling berhubungan erat satu sama lain. Gangguan jantung tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya aritmia atrium, terutama pada fibrilasi atrium dan atrial flutter.

Akan tetapi, ketika aritmia terjadi, gangguan gagal jantung tersebut akan menjadi lebih buruk dan menyebabkan disfungsi ventrikel kiri. Oleh karena itu, Apabila Anda menderita salah satu gangguan tersebut, alangkah baiknya untuk segera berkonsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan.

Hal lain yang harus Anda ketahui yaitu seseorang yang menderita gagal jantung kongestif yang terjadi secara bersamaan dengan aritmia, risiko untuk mengalami kematian jantung secara tiba-tiba juga sangat tinggi, bahkan menjadi penyebab yang utama. Selain itu, penyakit yang bisa memperparah gangguan tersebut, seperti gangguan ginjal bisa mempengaruhi detak jantung yang berkaitan dengan komplikasi tersebut.

Cara Mendiagnosis Gagal Jantung Kongestif

Apabila Anda sering merasa tidak nyaman pada bagian dada, alangkah baiknya untuk berkonsultasi pada dokter jantung. Dokter jantung biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara mendengarkan jantung menggunakan stetoskop untuk mendeteksi irama jantung yang tidak teratur karena aritmia.

Untuk mengonfirmasi diagnosis awal, tes diagnostik tertentu mungkin dibutuhkan supaya katup atau bilik jantung dan pembuluh darah dipastikan sehat atau mengalami gangguan.

Tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis gangguan tersebut, yaitu:

Elektrokardiogram

Cara ini bisa merekam ritme pada jantung, seperti detak jantung yang terlalu cepat atau lambat dan tidak teratur. Dengan pemeriksaan ini akan menunjukan dinding bilik jantung kemungkinan lebih tebal dari biasanya. Hal ini bisa menjadi peringatan serangan jantung.

Ekokardiogram

Pemeriksaan gagal jantung kongestif ini memanfaatkan gelombang suara untuk merekam struktur dan gerakan jantung. Cara ini bisa menentukan seberapa baik aliran darah seseorang, kerusakan otot yang terjadi, dan otot jantung yang tidak bekerja secara normal.

Apabila Anda merasakan detak jantung yang terlalu cepat atau lambat dan tidak teratur, maka Anda harus segera melakukan konsultasi ke dokter. Ketika didiagnosis dengan cepat, pengobatannya bisa dilakukan segera sehingga komplikasi bisa dicegah.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai rumah sakit jantung dengan tim dokter spesialis jantung yang berpengalaman serta didukung dengan peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, serta aritmia. Filosofi “Advanced. Uncompromised” merupakan komitmen Heartology dalam menyediakan layanan kardiovaskular terbaik untuk semua usia baik dewasa maupun bayi/anak, berbasis teknologi mutakhir dan tim dokter berpengalaman yang memberikan layanan paripurna. (RF)

Tim Dokter:

Alamat:

Heartology Cardiovascular Hospital

Jl. Birah III No.4 Kebayoran Baru

Jakarta Selatan, 12180

Ditinjau oleh:

dr. Harmeni Wijaya, MD

Marketing Director

Heartology Cardiovascular Hospital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *