Metode Pengobatan pada Penderita Aritmia
July 2, 2023
Mengenal Gejala dan Cara Mengatasi Penyumbatan Jantung
July 2, 2023

Mengonsumsi Obat dapat Menyebabkan Bradikardia?

Heartology Cardiovascular Hospital – Apakah Anda pernah merasakanan denyut jantung berdenyut lebih lambat, sesak napas, dan sakit kepala? Itu bisa jadi Anda sedang mengalami bradikardia. Kondisi ini ditandai dengan detak jantung yang lebih lambat dari normalnya.

Melambatnya detak jantung seseorang biasanya tidak menimbulkan gejala. Akan tetapi, apabila hal ini sering terjadi dan diiringi dengan gangguan irama jantung, hal tersebut akan berpengaruh pada organ dan jaringan tubuh lain yang tidak terpenuhi pasokan darahnya.

Normal atau tidaknya detak jantung dapat diketahui dengan cara menghitung denyut nadi di pergelangan tangan selama 1 menit. Akan tetapi, untuk mengetahuinya dengan tepat, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter.

Gejala Bradikardia

Biasanya, detak jantung yang lambat tidak menimbulkan gejala. Tapi jika sering terjadi dan bersamaan dengan aritmia, detak jantung yang lambat akan menyebabkan gangguan pada organ dan jaringan tubuh yang tidak terpenuhi pasokan darahnya. Saat pasokan darah ke organ atau jaringan tubuh terganggu, biasanya akan timbul gejala seperti:

  • Pusing.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Pingsan.
  • Merasa bingung.
  • Mudah lelah.
  • Sianosis (warna kulit kebiruan).
  • Kulit pucat.
  • Gangguan penglihatan.
  • Nyeri di perut.
  • Sakit kepala.
  • Sakit pada rahang atau lengan.
  • Lemas.

Penyebab Bradikardia

Detak jantung yang melambat masih bisa dikatakan normal apabila itu terjadi pada remaja, atlet, atau orang yang sedang tertidur. Akan tetapi, apabila kondisi tersebut sering terjadi dan menimbulkan gejala seperti sakit kepala atau sesak napas, ini mungkin disebabkan oleh gangguan aktivitas listrik pada jantung yang perannya sebagai pengatur detak jantung.

Penyebab gangguan aliran listrik pada jantung juga akan berbeda pada setiap orang. Kebiasaan merokok dan konsumsi obat yang berlebih adalah salah satu penyebab terjadinya gangguan listrik dalam jantung. Kebiasaan tersebut juga bisa menyebabkan detak jantung melambat. Beberapa penyebab lain dari bradikardia, yaitu seperti:

1. Bertambahnya usia.

2. Konsumsi obat-obatan, seperti obat golongan penghambat beta atau digoxin.

3. Komplikasi akibat operasi jantung.

4. Tergigit atau tersengat binatang laut.

5. Mempunyai kondisi tertentu, seperti tekanan darah rendah, serangan jantung, penyakit bawaan, miokarditis, hipotiroidisme, anoreksia, kalium berlebih dalam darah, perdarahan otak (subarachnoid), stroke, suhu tubuh yang rendah, serta sleep apnea.

Cara Mengetahui Bradikardia

Sebenarnya Anda dapat menghitung dan merasakan sendiri detak jantung Anda. Cara mengecek detak jantung yaitu dengan merasakan denyut nadi di pergelangan tangan atau leher menggunakan 2 jari.

Rasakan denyut nadi yang berdetak di sana. Jika Anda sudah bisa merasakan denyut nadi, Anda tinggal menghitung denyutan selama 15 detik. Kemudian, hasil denyutan yang Anda hitung dikalikan dengan angka 4 dan Anda sudah mendapat detak jantung per menit.

Selain itu, apabila Anda sudah sering merasakan gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan mendiagnosis pasien yang mungkin mengalami gangguan jantung bradikardia dengan cara menggunakan alat elektrokardiogram (EKG). Alat ini berfungsi untuk mengukur sinyal listrik yang mengatur irama dan detak jantung dalam tubuh.

Pencegahan bradikardia bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hindari merokok, jaga berat badan ideal, dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan rendah garam. Jika diperlukan, lakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah secara rutin ke dokter.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman dan didukung oleh peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, hingga aritmia. (RF)