Juli 20, 2023
Juli 20, 2023

Perbedaan GERD dan Penyakit Jantung, Simak Yuk!

Heartology Cardiovascular Hospital - GERD (gastroesophageal reflux disease) dan penyakit jantung merupakan dua kondisi yang seringkali bisa menimbulkan gejala yang mirip.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara GERD dan penyakit jantung. Simak selengkapnya di sini!

Pengertian GERD dan Penyakit Jantung

GERD merupakan kondisi yang terjadi ketika asam lambung dan konten lambung lainnya naik ke kerongkongan secara berulang. Hal ini bisa menyebabkan gejala seperti nyeri dada, sensasi terbakar di dada (heartburn), regurgitasi (mengeluarkan isi lambung ke dalam mulut), dan kesulitan menelan.

Di sisi lain, penyakit jantung merupakan kondisi yang melibatkan masalah dengan sirkulasi darah ke jantung. Gejala yang terkait dengan penyakit jantung meliputi nyeri dada, sesak napas, nyeri atau ketidaknyamanan di lengan, leher, rahang, atau punggung.

Perbedaan Penting Keduanya

Perbedaan penting antara keduanya yaitu lokasi dan karakteristik nyeri dada. Pada GERD, nyeri dada cenderung terasa di daerah belakang tulang dada atau di bagian tengah dada dan dapat dipicu oleh makan berlebihan, makanan pedas, atau posisi tidur yang buruk. 

Sedangkan, nyeri dada yang terkait dengan penyakit jantung biasanya terlokalisasi di bagian tengah atau sebelah kiri dada, dan seringkali disertai dengan sensasi tekanan atau rasa berat.

Faktor Risiko Terkait

Faktor risiko yang berbeda juga terkait dengan kedua penyakit ini. Beberapa faktor risiko untuk GERD termasuk obesitas, kehamilan, konsumsi makanan pedas atau berlemak, merokok, serta kebiasaan makan yang buruk.

Di sisi lain, faktor risiko penyakit jantung yaitu riwayat keluarga dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, tingkat kolesterol tinggi, merokok, serta gaya hidup tidak sehat.

Metode Diagnosa

Metode diagnosa yang digunakan untuk mengidentifikasi kedua penyakit ini juga berbeda. Untuk GERD, dokter seringkali akan mengandalkan riwayat medis dan gejala pasien. Pemeriksaan fisik bisa membantu mengesampingkan penyebab lain dari nyeri dada.

Jika dibutuhkan, dokter bisamerujuk pasien untuk menjalani tes penunjang seperti endoskopi atau pH metri esofagus. Sedangkan, untuk diagnosa penyakit jantung sering melibatkan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), tes darah untuk melihat tingkat enzim jantung, dan tes pencitraan seperti angiografi koroner.

Kesimpulan

Penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan membedakan antara GERD dan penyakit jantung karena pengobatan keduanya berbeda. Apabila gejala menunjukkan kemungkinan GERD, perubahan gaya hidup seperti menghindari makanan pemicu, mengatur pola makan, dan mengangkat kepala tempat tidur dapat membantu mengelola kondisi ini.

Untuk penyakit jantung, pengobatan tergantung pada kondisi yang mendasarinya dan bisa meliputi obat-obatan, terapi fisik, atau prosedur bedah.

Meskipun GERD dan penyakit jantung bisa menimbulkan gejala yang sama, penting untuk mengenali perbedaan antara keduanya. Lokasi dan karakteristik nyeri dada, faktor risiko, serta metode diagnosa yang berbeda bisa membantu dalam membedakan kondisi tersebut.

Dalam hal ini, konsultasi dengan dokter adalah langkah penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan perencanaan pengelolaan yang tepat.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman dan didukung oleh peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, hingga aritmia. (RF)