Wawasan Medis

Tetralogy of Fallot: Gejala, Penyebab dan Penanganannya

07 February 2025

Apa Itu Tetralogy of Fallot?

Penyebab Tetralogy of Fallot

Gejala Tetralogy of Fallot

Diagnosis Tetralogy of Fallot

Perawatan untuk Tetralogy of Fallot

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Kesimpulan

Pernahkah Anda mendengar tentang kondisi jantung bawaan yang disebut Tetralogy of Fallot? Meskipun namanya terdengar asing, kondisi ini merupakan salah satu kelainan jantung bawaan yang paling umum ditemukan pada bayi dan anak-anak. 

Tetralogy of Fallot (TOF) merupakan salah satu kelainan jantung bawaan yang cukup sering ditemukan. Secara global, diperkirakan 1 dari setiap 2.500 bayi lahir dengan kondisi ini. Di Indonesia, data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 8-10 dari setiap 1.000 kelahiran hidup mengalami kelainan jantung bawaan, dengan Tetralogy of Fallot termasuk dalam kategori yang cukup sering ditemukan. 

Meskipun angka ini terlihat kecil, dampaknya terhadap kesehatan anak-anak dan keluarga sangat besar. Tanpa diagnosis dini dan perawatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang Tetralogy of Fallot sangat penting, terutama bagi orang tua dan calon orang tua, untuk mengenali gejala sejak dini dan mencari penanganan medis yang tepat. 

Pada artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang apa itu Tetralogy of Fallot, penyebab, gejala, diagnosis, serta pilihan perawatan yang tersedia.


Apa Itu Tetralogy of Fallot?

Tetralogy of Fallot (TOF) adalah suatu kelainan jantung bawaan yang kompleks dan terdiri dari empat kondisi abnormal pada struktur jantung. Kelainan ini biasanya terdeteksi sejak bayi lahir atau pada masa kanak-kanak. TOF menyebabkan gangguan aliran darah dari jantung ke paru-paru, sehingga darah yang dipompa ke seluruh tubuh tidak mengandung cukup oksigen. Hal ini dapat menimbulkan gejala seperti kulit membiru (sianosis), sesak napas, dan kelelahan. Meskipun TOF merupakan kondisi serius, dengan penanganan medis yang tepat, banyak penderita TOF dapat hidup dengan kualitas hidup yang baik. 

4 Kelainan Jantung yang Penyebab Tetralogy of Fallot 

Tetralogy of Fallot terdiri dari empat kelainan jantung yang terjadi bersamaan, yaitu: 

  1. Ventricle Septal Defect (VSD): Yaitu lubang pada dinding pemisah antara dua bilik jantung bagian bawah (ventrikel kiri dan kanan). Lubang ini memungkinkan darah yang kaya oksigen dan darah yang miskin oksigen bercampur, sehingga mengurangi jumlah oksigen yang dialirkan ke tubuh. 
  2. Pulmonary Stenosis: Yaitu penyempitan pada katup pulmonal atau arteri pulmonal, yang bertugas mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen. Penyempitan ini membuat aliran darah ke paru-paru terhambat, sehingga tubuh kekurangan pasokan oksigen. 
  3. Overriding Aorta: Pada kondisi normal, aorta (pembuluh darah besar yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh) terletak di atas ventrikel kiri. Namun, pada TOF, posisi aorta bergeser ke kanan dan berada di atas lubang VSD. Akibatnya, aorta menerima campuran darah yang kaya dan miskin oksigen. 
  4. Right Ventricular Hypertrophy: Yaitu penebalan otot pada bilik jantung kanan. Kondisi ini terjadi karena ventrikel kanan harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melewati stenosis pulmonal. Seiring waktu, penebalan ini dapat memengaruhi fungsi jantung.
Gambar Ilustrasi Perbedaan Anatomi pada Jantung Normal dan Jantung dengan Kondisi Tetralogy of Fallot
Gambar Ilustrasi Perbedaan Anatomi pada Jantung Normal dan Jantung dengan Kondisi Tetralogy of Fallot | Sumber: ResearchGate

Keempat kelainan ini saling terkait dan menyebabkan gangguan serius pada sistem peredaran darah. Tanpa penanganan, TOF dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan pertumbuhan, aritmia, atau bahkan gagal jantung. Namun, dengan diagnosis dini dan tindakan medis seperti operasi korektif, banyak pasien TOF dapat menjalani hidup yang aktif dan sehat.


Penyebab Tetralogy of Fallot

Mengapa beberapa bayi lahir dengan Tetralogy of Fallot? Pertanyaan ini menjadi fokus pembahasan kita selanjutnya. Meskipun penyebab pasti Tetralogy of Fallot belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor genetik, lingkungan, serta kondisi selama kehamilan diduga berperan dalam perkembangan kelainan jantung kompleks ini. 

  1. Faktor Genetik dan Kelainan Kromosom: Penyebab utama Tetralogy of Fallot (TOF) seringkali terkait dengan faktor genetik dan kelainan kromosom. Beberapa kasus TOF terjadi karena mutasi gen atau kelainan bawaan yang memengaruhi perkembangan jantung janin. Misalnya, sindrom genetik seperti Sindrom DiGeorge (yang disebabkan oleh penghapusan bagian kromosom 22) sering dikaitkan dengan TOF. Selain itu, riwayat keluarga dengan kelainan jantung bawaan juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan TOF. Meskipun tidak semua kasus TOF disebabkan oleh faktor genetik, peran genetik dalam perkembangan kondisi ini cukup signifikan. 
  2. Faktor Lingkungan: Faktor lingkungan juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya TOF, meskipun pengaruhnya tidak sebesar faktor genetik. Paparan zat berbahaya selama kehamilan, seperti polusi udara, bahan kimia industri, atau radiasi, dapat mengganggu perkembangan jantung janin. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami secara pasti bagaimana faktor lingkungan secara spesifik memengaruhi risiko TOF. 
  3. Faktor Risiko selama Kehamilan: Beberapa kebiasaan dan kondisi ibu selama hamil dapat memengaruhi perkembangan jantung janin. Faktor-faktor ini meliputi: 
    • Pola konsumsi selama kehamilan: Kebiasaan seperti merokok, minum alkohol, atau pola makan yang buruk selama kehamilan dapat meningkatkan risiko TOF pada bayi. 
    • Infeksi virus selama kehamilan: Ibu yang terkena infeksi virus tertentu, seperti rubella (campak Jerman), memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan TOF. 
    • Usia ibu di atas 35 tahun: Kehamilan pada usia lebih tua (di atas 35 tahun) juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kelainan jantung bawaan, termasuk TOF. 

Menurut data dari American Heart Association, TOF merupakan salah satu kelainan jantung bawaan yang paling umum, mencakup sekitar 10% dari semua kasus kelainan jantung bawaan *. Sekitar 1 dari setiap 2.500 bayi lahir dengan kondisi ini. Meskipun angka ini bervariasi di berbagai negara, TOF tetap menjadi perhatian penting dalam bidang kardiologi pediatrik. (* Sumber: National Institutes of Health (NIH) - Personalized Genetic Diagnosis of Congenital Heart Defects in Newborns)


Gejala Tetralogy of Fallot

Gejala TOF dapat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat, dan sering kali terlihat pada bayi atau anak-anak. Dalam bagian ini, kita akan membahas tanda-tanda umum yang perlu diwaspadai, seperti sianosis (kulit kebiruan), sesak napas, dan episode "Tet Spell" yang serius. 

1. Gejala Umum pada Bayi dan Anak-Anak 

Tetralogy of Fallot (TOF) sering menimbulkan gejala yang dapat terlihat sejak bayi atau masa kanak-kanak. Gejala-gejala ini muncul karena jantung tidak dapat memompa darah yang kaya oksigen dengan optimal ke seluruh tubuh. Beberapa gejala umum yang perlu diperhatikan antara lain: 

  • Sianosis: Kulit, bibir, atau kuku bayi terlihat kebiruan, terutama saat menangis, menyusu, atau beraktivitas. Hal ini terjadi karena darah yang dialirkan ke tubuh mengandung kadar oksigen yang rendah. 
  • Sesak Napas: Anak mungkin terlihat kesulitan bernapas, terutama setelah beraktivitas fisik seperti bermain atau menangis. 
  • Mudah Lelah: Anak dengan TOF cenderung cepat lelah dan tidak seaktif anak seusianya. Mereka mungkin sering beristirahat atau terlihat lemas setelah beraktivitas. 
  • Pertumbuhan Terhambat: Bayi atau anak dengan TOF mungkin mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan anak seusianya, baik dalam hal berat badan maupun tinggi badan. 

Gejala-gejala ini dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi TOF. Pada beberapa kasus, gejala mungkin ringan dan tidak langsung terlihat, sementara pada kasus lain, gejala dapat muncul dengan jelas sejak dini. 

2. "Tet Spell" (Episode Sianosis Parah) 

Salah satu gejala khas TOF yang perlu diwaspadai adalah "Tet Spell", yaitu episode sianosis parah yang terjadi secara tiba-tiba. Pada kondisi ini, anak tiba-tiba mengalami kulit membiru yang sangat jelas, sesak napas berat, lemas, hingga hilang kesadaran. "Tet Spell" biasanya dipicu oleh aktivitas seperti menangis, dehidrasi, atau infeksi. 

Episode ini terjadi karena aliran darah ke paru-paru tiba-tiba berkurang drastis, sehingga tubuh kekurangan oksigen secara akut. Jika tidak segera ditangani, "Tet Spell" dapat berbahaya dan mengancam nyawa. Orang tua atau pengasuh disarankan untuk segera membawa anak ke rumah sakit jika mengalami gejala ini. 

Menurut American Heart Association, sekitar 75% bayi dengan TOF menunjukkan gejala sianosis dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Sementara itu, "Tet Spell" dilaporkan terjadi pada sekitar 20-30% anak dengan TOF yang belum menjalani operasi korektif. Deteksi dini dan penanganan medis yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius.


Diagnosis Tetralogy of Fallot

Mendiagnosis Tetralogy of Fallot (TOF) memerlukan serangkaian pemeriksaan yang cermat untuk memastikan kondisi dan tingkat keparahannya. Pada bagian ini, kita akan membahas langkah-langkah diagnosis TOF, mulai dari pemeriksaan fisik sederhana hingga tes diagnostik lanjutan yang lebih detail. 

1. Pemeriksaan Fisik: Mendeteksi Murmur Jantung 

Diagnosis Tetralogy of Fallot (TOF) biasanya dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Salah satu tanda yang sering ditemukan adalah murmur jantung, yaitu suara tidak normal yang terdengar saat dokter memeriksa jantung menggunakan stetoskop. Murmur jantung pada TOF terjadi karena aliran darah yang tidak normal melalui jantung, terutama akibat defek septum ventrikel (VSD) dan stenosis pulmonal. Selain murmur, dokter juga akan memeriksa gejala lain seperti sianosis (kulit membiru) dan tanda-tanda gangguan pertumbuhan pada bayi atau anak. 

2. Tes Diagnostik 

Untuk memastikan diagnosis TOF, dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa tes diagnostik lanjutan. Berikut adalah tes yang umum digunakan: 

  • Ekokardiogram: Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar detail struktur jantung. Ekokardiogram adalah alat utama untuk mendiagnosis TOF karena dapat menunjukkan keempat kelainan jantung yang menyusun kondisi ini, seperti defek septum ventrikel, stenosis pulmonal, overriding aorta, dan hipertrofi ventrikel kanan. 
  • Rontgen Dada: Rontgen dada dapat menunjukkan ukuran dan bentuk jantung serta kondisi paru-paru. Pada pasien TOF, jantung mungkin terlihat membesar, dan aliran darah ke paru-paru terlihat berkurang. 
  • Elektrokardiogram (EKG): EKG mengukur aktivitas listrik jantung. Pada TOF, EKG dapat menunjukkan tanda-tanda hipertrofi ventrikel kanan, yaitu penebalan otot jantung di bilik kanan. 
  • Kateterisasi Jantung: Tes ini dilakukan dengan memasukkan selang tipis (kateter) ke dalam pembuluh darah menuju jantung. Kateterisasi jantung memberikan informasi detail tentang tekanan dan aliran darah di dalam jantung serta membantu dokter merencanakan tindakan operasi jika diperlukan. Kateterisasi jantung biasanya dilakukan pada kasus yang lebih kompleks atau sebelum operasi untuk memastikan rencana tindakan yang tepat.

Perawatan untuk Tetralogy of Fallot

Tetralogy of Fallot (TOF) adalah kondisi yang memerlukan penanganan medis yang tepat dan terencana. Perawatan untuk TOF umumnya melibatkan kombinasi antara pengobatan untuk mengelola gejala dan intervensi bedah untuk memperbaiki kelainan struktural pada jantung. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang pilihan perawatan yang tersedia: 

1. Perawatan Medis (Obat-obatan untuk Mengelola Gejala) 

Pada beberapa kasus, terutama pada bayi yang belum siap untuk menjalani operasi, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu mengelola gejala TOF. Obat yang sering digunakan antara lain: 

  • Prostaglandin: Obat ini diberikan untuk menjaga ductus arteriosus (saluran pembuluh darah sementara pada bayi) tetap terbuka, sehingga aliran darah ke paru-paru tetap lancar. 
  • Beta-Blocker: Digunakan untuk mengurangi frekuensi dan keparahan episode "Tet Spell" dengan memperlambat detak jantung dan mengurangi beban kerja jantung. 
  • Obat Diuretik: Membantu mengurangi penumpukan cairan di tubuh, yang sering terjadi pada pasien dengan gangguan jantung. 

Perawatan medis ini bersifat sementara dan bertujuan untuk menstabilkan kondisi pasien sebelum menjalani prosedur bedah. 

2. Intervensi Medis 

Intervensi medis adalah langkah utama dalam mengatasi TOF. Ada dua jenis intervensi yang umum dilakukan: 

  1. Operasi Paliatif (Shunt): Operasi paliatif, seperti pemasangan shunt, sering dilakukan pada bayi yang belum siap untuk operasi korektif. Prosedur ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah ke paru-paru dengan membuat saluran buatan antara pembuluh darah besar. Shunt membantu meringankan gejala sianosis dan mempersiapkan pasien untuk operasi korektif di kemudian hari. 
  2. Operasi Korektif: Operasi korektif adalah prosedur definitif untuk memperbaiki kelainan struktural pada jantung. Operasi ini biasanya dilakukan saat bayi berusia 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung pada kondisi pasien. Operasi korektif memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, dengan lebih dari 90% pasien dapat hidup normal setelah operasi. Tindakan yang dilakukan meliputi: 
    • Menutup defek septum ventrikel (VSD) dengan tambalan. 
    • Melebarkan stenosis pulmonal untuk meningkatkan aliran darah ke paru-paru. 
    • Memposisikan aorta ke tempat yang seharusnya.  

3. Perawatan Pasca-Operasi dan Pemantauan Jangka Panjang 

Setelah menjalani operasi, pasien TOF memerlukan pemantauan rutin untuk memastikan jantung berfungsi dengan baik dan mendeteksi komplikasi sejak dini. Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi: 

  1. Kunjungan rutin ke dokter jantung: Untuk memantau fungsi jantung, pertumbuhan, dan perkembangan pasien. 
  2. Ekokardiogram dan EKG berkala: Untuk mengevaluasi struktur dan ritme jantung. 
  3. Pola hidup sehat: Pasien dianjurkan untuk menjaga pola makan sehat, berolahraga ringan, dan menghindari aktivitas berat yang dapat membebani jantung.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Setelah menjalani perawatan atau operasi untuk Tetralogy of Fallot (TOF), pasien mungkin menghadapi beberapa komplikasi jangka panjang. Meskipun perawatan medis dan bedah telah berkembang pesat, penting untuk memahami risiko yang mungkin terjadi agar dapat melakukan pemantauan dan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai: 

1. Aritmia Jantung 

Aritmia jantung adalah kondisi di mana detak jantung menjadi tidak teratur, baik terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Pada pasien TOF, aritmia sering terjadi akibat perubahan struktur jantung setelah operasi korektif. Misalnya, jaringan parut di area operasi dapat mengganggu sinyal listrik yang mengatur detak jantung. 

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology, sekitar 20-30% pasien TOF yang menjalani operasi korektif mengalami aritmia dalam jangka panjang. Gejala yang mungkin dirasakan termasuk jantung berdebar-debar, pusing, atau bahkan pingsan. Jika tidak ditangani, aritmia dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke atau gagal jantung. 

Pemantauan rutin melalui EKG (elektrokardiogram) dan konsultasi dengan ahli jantung sangat penting untuk mendeteksi dan mengelola aritmia sejak dini. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin memerlukan obat-obatan atau alat pacu jantung untuk menjaga ritme jantung yang normal. 

2. Gagal Jantung 

Gagal jantung adalah kondisi di mana jantung tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Pada pasien TOF, gagal jantung dapat terjadi akibat beban kerja berlebihan pada ventrikel kanan, terutama jika stenosis pulmonal atau defek septum ventrikel tidak sepenuhnya teratasi. 

Data dari European Heart Journal menunjukkan bahwa sekitar 10-15% pasien TOF yang menjalani operasi korektif mengalami gejala gagal jantung dalam 20 tahun setelah operasi. Gejalanya meliputi sesak napas, kelelahan, pembengkakan di kaki, dan penambahan berat badan akibat penumpukan cairan. 

Penanganan gagal jantung biasanya melibatkan kombinasi obat-obatan, perubahan gaya hidup, dan dalam kasus yang parah, intervensi bedah. Pasien juga disarankan untuk menghindari aktivitas berat dan menjaga pola makan sehat untuk mengurangi beban pada jantung. 

3. Masalah Perkembangan pada Anak 

Anak-anak dengan TOF, terutama yang menjalani operasi pada usia dini, mungkin menghadapi tantangan dalam perkembangan fisik dan kognitif. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pasokan oksigen ke otak sebelum operasi atau efek samping dari prosedur medis yang dilakukan. 

Studi dari Pediatric Cardiology menyebutkan bahwa sekitar 15-20% anak dengan TOF mengalami keterlambatan perkembangan, baik dalam hal pertumbuhan fisik maupun kemampuan belajar. Misalnya, anak mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai tonggak perkembangan seperti berjalan atau berbicara. Selain itu, beberapa anak mungkin mengalami kesulitan dalam konsentrasi atau memori.  

Dukungan dari tim medis multidisiplin, termasuk dokter anak, ahli jantung, dan terapis, sangat penting untuk membantu anak mencapai potensi maksimal mereka. Terapi fisik, okupasi, atau wicara dapat direkomendasikan sesuai kebutuhan. Orang tua juga disarankan untuk memberikan stimulasi yang tepat dan memantau perkembangan anak secara berkala.


Kesimpulan

Tetralogi Fallot (TOF) adalah kelainan jantung bawaan kompleks yang melibatkan empat cacat jantung utama. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti sianosis (kulit kebiruan), sesak napas, dan mudah lelah. Diagnosis TOF dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan berbagai tes penunjang, seperti ekokardiogram dan kateterisasi jantung. Perawatannya dapat berupa pengobatan, operasi paliatif, atau operasi korektif, tergantung pada tingkat keparahan kondisi tersebut. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. 

Meskipun TOF merupakan kelainan bawaan, faktor-faktor risiko penyakit jantung lainnya, seperti gaya hidup tidak sehat, dapat meningkatkan kemungkinan masalah jantung pada individu di kemudian hari. Menerapkan pola makan sehat, berolahraga secara teratur, menghindari merokok, dan mengontrol tekanan darah serta kolesterol merupakan langkah-langkah penting dalam menjaga kesehatan jantung kita. 

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan jantung Anda atau keluarga Anda.  Deteksi dini sangat penting dalam pencegahan dan penanganan berbagai penyakit jantung, termasuk kelainan bawaan seperti TOF.  Lakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.  Lindungi kesehatan jantung Anda dan keluarga Anda untuk masa depan yang lebih sehat dan lebih baik. 

Ingatlah bahwa informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti saran medis profesional. Jika Anda memiliki gejala-gejala atau faktor risiko Tetralogy of Fallot atau penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) lainnya, segera konsultasikan dengan dengan dokter spesialis atau mengunjungi Heartology Cardiovascular Hospital untuk mendapatkan evaluasi dan perawatan yang tepat. 

Heartology Cardiovascular Hospital dikenal sebagai salah satu rumah sakit khusus jantung dan pembuluh darah terdepan dalam layanan kesehatan kardiovaskular di Indonesia. Heartology dilengkapi dengan teknologi medis modern dan didukung oleh tim dokter spesialis kardiovaskular yang berpengalaman dalam menangani berbagai masalah kardiovaskular.  

Di Heartology, Anda akan mendapatkan pendekatan yang komprehensif serta perawatan yang berfokus pada kebutuhan setiap pasien. Tim medis di Heartology siap untuk memberikan penjelasan yang mendetail tentang kondisi, prosedur, risiko, dan manfaat, serta mendiskusikan semua pertanyaan yang Anda miliki seputar kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda. 

Dengan fasilitas yang memadai dan profesional medis yang terlatih, Heartology dapat memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi pasien dalam menjalani pemeriksaan dan perawatan kesehatan jantung dan pembuluh darah pasien.


Pertanyaan Umum Seputar Tetralogy of Fallot (TOF)

Berikut ini beberapa pertanyaan seputar Tetralogy of Fallot yang seringkali ditanyakan oleh masyarakat di Indonesia pada umumnya.

Tetralogy of Fallot tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi kondisi ini dapat dikelola dengan operasi korektif. Operasi biasanya dilakukan pada masa bayi atau anak-anak untuk memperbaiki kelainan jantung. Setelah operasi, banyak pasien dapat hidup dengan kualitas hidup yang baik, meskipun mungkin memerlukan pemantauan rutin seumur hidup.

Dengan penanganan medis yang tepat, termasuk operasi, harapan hidup pasien TOF cukup baik. Sekitar 90% pasien yang menjalani operasi bertahan hingga dewasa dan dapat hidup aktif. Namun, pasien perlu rutin memeriksakan diri ke dokter jantung untuk memantau kondisi kesehatan.

Ya, Tetralogy of Fallot dapat dideteksi sejak dalam kandungan melalui pemeriksaan USG janin atau fetal echocardiogram. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada trimester kedua kehamilan jika ada faktor risiko atau kecurigaan kelainan jantung.

Meskipun operasi berhasil, beberapa pasien Tetralogy of Fallot mungkin mengalami masalah jantung di kemudian hari, seperti kebocoran katup atau penyempitan arteri pulmonal. Oleh karena itu, pemantauan rutin oleh dokter jantung sangat penting.

Pasien Tetralogy of Fallot yang telah menjalani operasi dan kondisinya stabil biasanya boleh berolahraga ringan hingga sedang. Namun, aktivitas fisik berat atau kompetitif harus dihindari kecuali atas rekomendasi dokter. Konsultasikan dengan dokter jantung untuk panduan yang tepat.

Terkait dengan

Ada pertanyaan?

icon-waHubungi Kami

Share to

heartology
heartology
heartology