Setelah menjalani perawatan atau operasi untuk Tetralogy of Fallot (TOF), pasien mungkin menghadapi beberapa komplikasi jangka panjang. Meskipun perawatan medis dan bedah telah berkembang pesat, penting untuk memahami risiko yang mungkin terjadi agar dapat melakukan pemantauan dan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai:
1. Aritmia Jantung
Aritmia jantung adalah kondisi di mana detak jantung menjadi tidak teratur, baik terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Pada pasien TOF, aritmia sering terjadi akibat perubahan struktur jantung setelah operasi korektif. Misalnya, jaringan parut di area operasi dapat mengganggu sinyal listrik yang mengatur detak jantung.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology, sekitar 20-30% pasien TOF yang menjalani operasi korektif mengalami aritmia dalam jangka panjang. Gejala yang mungkin dirasakan termasuk jantung berdebar-debar, pusing, atau bahkan pingsan. Jika tidak ditangani, aritmia dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke atau gagal jantung.
Pemantauan rutin melalui EKG (elektrokardiogram) dan konsultasi dengan ahli jantung sangat penting untuk mendeteksi dan mengelola aritmia sejak dini. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin memerlukan obat-obatan atau alat pacu jantung untuk menjaga ritme jantung yang normal.
2. Gagal Jantung
Gagal jantung adalah kondisi di mana jantung tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Pada pasien TOF, gagal jantung dapat terjadi akibat beban kerja berlebihan pada ventrikel kanan, terutama jika stenosis pulmonal atau defek septum ventrikel tidak sepenuhnya teratasi.
Data dari European Heart Journal menunjukkan bahwa sekitar 10-15% pasien TOF yang menjalani operasi korektif mengalami gejala gagal jantung dalam 20 tahun setelah operasi. Gejalanya meliputi sesak napas, kelelahan, pembengkakan di kaki, dan penambahan berat badan akibat penumpukan cairan.
Penanganan gagal jantung biasanya melibatkan kombinasi obat-obatan, perubahan gaya hidup, dan dalam kasus yang parah, intervensi bedah. Pasien juga disarankan untuk menghindari aktivitas berat dan menjaga pola makan sehat untuk mengurangi beban pada jantung.
3. Masalah Perkembangan pada Anak
Anak-anak dengan TOF, terutama yang menjalani operasi pada usia dini, mungkin menghadapi tantangan dalam perkembangan fisik dan kognitif. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pasokan oksigen ke otak sebelum operasi atau efek samping dari prosedur medis yang dilakukan.
Studi dari Pediatric Cardiology menyebutkan bahwa sekitar 15-20% anak dengan TOF mengalami keterlambatan perkembangan, baik dalam hal pertumbuhan fisik maupun kemampuan belajar. Misalnya, anak mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai tonggak perkembangan seperti berjalan atau berbicara. Selain itu, beberapa anak mungkin mengalami kesulitan dalam konsentrasi atau memori.
Dukungan dari tim medis multidisiplin, termasuk dokter anak, ahli jantung, dan terapis, sangat penting untuk membantu anak mencapai potensi maksimal mereka. Terapi fisik, okupasi, atau wicara dapat direkomendasikan sesuai kebutuhan. Orang tua juga disarankan untuk memberikan stimulasi yang tepat dan memantau perkembangan anak secara berkala.