Patient Stories

Tn Ang Tjoeng Ing - Tanpa Dukungan Keluarga, Saya Tidak Berani

Dukungan keluarga berperan sangat penting bagi pasien yang akan menjalani tindakan kesehatan yang besar seperti operasi. Selain dukungan keluarga, fasilitas yang memadai dan tenaga medis yang kompeten akan turut menentukan keberhasilan keberhasilan tindakan dan terapi pasien.

Tuan Ang Tjoeng Ing, salah seorang pasien, merasakan betul bagaimana istri dan ketiga anaknya memberikan dukungan yang besar ketika ia hendak menjalani tindakan AVR: Aortic Valve Replacement (Penggantian Katup Aorta) di Heartology. Berkat dukungan keluarganya, Tn Ang yang semula enggan menempuh operasi pada akhirnya menjadi yakin dan tenang menjalani tindakan tersebut.

Cerita Tn Ang yang menjalani operasi itu bermula ketika ia merasakan napasnya berat terutama saat beranjak dari posisi duduk ke berdiri. Butuh waktu sekitar 15 menit bagi Tn Ang untuk menenangkan diri saat dari posisi duduk ke berdiri. “Bukan agak berat lagi, memang berat kondisinya,” ujarnya.

Tn Ang sempat berkonsultasi ke beberapa dokter sebelum memutuskan berobat ke Heartology. Dokter-dokter itu menyebut tidak ada masalah dengan kesehatan pria 78 tahun tersebut. Semua fungsi organ tubuhnya normal sesuai usianya.

Sebelum mengalami sesak, Tn Ang sudah menjalani tindakan pemasangan stent atau ring. Setelah dipindai, kondisi ring itu masih bagus.

Memang Tn Ang pernah menjadi perokok walaupun bukan perokok berat. Namun, ia sudah berhenti di usia 40 tahunan. Di usia senjanya, Tn Ang masih biasa menyetir kendaraan sendiri dan menyibukkan diri. Terkadang ia berolahraga dengan berjalan kaki.

Namun, sang istri merasa ragu. Ia yakin ada masalah dengan kondisi jantung suaminya yang pasti bisa diperbaiki. Merasa tidak puas, istri Tn Ang ingin mencoba membawa suaminya berobat ke luar negeri. Tapi, karena masih pandemi Covid-19 keinginan itu tidak bisa terwujud.

Singkat cerita, ketika katup jantung Tn Ang diperiksa akhirnya teridentifikasi di situlah sumber masalah kesehatan yang dirasakan Tn Ang selama ini. Namun, karena faktor usia dokter tidak menyarankan operasi. Sekalipun operasi, demi keselamatan pasien, disarankan untuk dilakukan di Singapura.

Akan tetapi, informasi dari relasi dan pencarian di internet akhirnya membawa Tn Ang kepada dr. Denio A. Ridjab SpJP(K) dan dr. Dicky Aligheri Wartono, SpBTKV(K) di Heartology. Keduanya menyarankan Tn Ang untuk menjalani operasi secepatnya.

Istri dan anak-anak Tn Ang juga memberikan dukungan penuh atas saran dokter itu. Istri Tn Ang yang sangat melek internet itu tak asal memberikan dukungan kepada suaminya. Dukungan penuh agar operasi ia berikan setelah mendapat informasi yang banyak mengenai fasilitas dan kompetensi dokter yang akan menangani suaminya.

“Saya berpikir jangka panjang. Operasi sekarang biar tidak sesak lagi. Kalau operasinya harus menunggu satu-dua tahun lagi kondisi bapak mungkin tidak sama seperti sekarang lagi,” tutur istri Tn Ang.

Dengan dukungan keluarganya, Tn Ang akhirnya bersedia dioperasi. “Di kamar operasi saya takut. Banyak alat yang gede-gede, dingin, seram, jadi tambah takut. Tapi, begitu dianastesi ya sudah tidak ingat lagi,” katanya.

Operasi selama kurang lebih tiga jam itu pun akhirnya berhasil dilakukan dengan lancar. Tn Ang kini tak lagi sesak dan sudah bisa beraktivitas seperti sedia kala.

“Bukan soal materi ya. Yang terpenting dukungan keluarga, anak-anak. Kalau enggak ada dukungan, saya tidak berani,” ujar Tn Ang.

Tn Ang Tjoeng Ing

KEMBALI KE HALAMAN PATIENT STORIES