Serangan Jantung atau Infark Miokardium

Serangan jantung (heart attack/ myocardial infarction) merupakan kondisi kegawatan jantung yang terjadi akibat tersumbatnya pembuluh koroner secara mendadak yang menyebabkan terhentinya aliran darah ke otot jantung.  

Apa yang terjadi pada serangan jantung? 

Kondisi ini diawali dengan adanya pembentukan plak yang disebabkan oleh berbagai faktor risiko seperti merokok, tingginya kolesterol, diabetes, hipertensi dan sebagainya. Proses pembentukan plak ini terjadi sejak dekade serankedua kehidupan dan disebut sebagai proses  aterosklerosis. Proses ini berlangsung selama bertahun- tahun.  

Apabila plak mengalami robekan mendadak, akan merangsang terbentuknya bekuan darah di sekitar area robekan, yang menghambat aliran darah ke otot jantung. Terhentinya suplai darah dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel otot jantung, yang menyebabkan terganggunya fungsi pompa jantung serta gangguan irama jantung (aritmia) yang berpotensi menyebabkan kematian.  

Tanda dan Gejala 

Gejala utama adalah nyeri dada hebat yang dirasakan berat atau terasa seperti tertindih pada sisi tengah dada, dapat disertai penjalaran hingga ke rahang, bahu, dan lengan kiri. Gejala-gejala lain yang dapat timbul berupa 

Dua gejala utama yang wajib diwaspadai dan sering ditemukan adalah nyeri dada hebat disertai dengan keringat dingin.  

Meski demikian, sekitar 1 dari 3 orang yang mengalami serangan jantung tidak mengalami gejala nyeri dada khas/ spesifik. Gejala nyeri dada yang tidak spesifik dapat dijumpai pada pasien wanita, usia tua (>75 tahun), penderita diabetes melitus, dan penyakit ginjal kronis. 

Diagnosis 

Dokter mendiagnosis serangan jantung dengan : 

  • Keluhan pasien  

Pada umumnya bila keluhan pasien khas seperti disebutkan di atas, terutama bila disertai dengan adanya faktor- faktor risiko seperti merokok, diabetes mellitus, hipertensi, obesitas, kolesterol, maka kecurigaan diagnosis suatu serangan jantung sangat kuat.  

  • Elektrokardiografi / EKG (Rekaman Jantung) 

Perawat akan segera melakukan pemeriksaan EKG dan diagnosis serangan jantung dapat langsung ditegakkan dengan melihat perubahan yang khas pada gambaran EKG.  

  • Enzim jantung 

Pemeriksaan ini dilakukan dengan sampel darah untuk melihat peningkatan kadar enzim jantung di dalam darah. Meningkatnya kadar enzim jantung di dalam darah menunjukkan adanya kerusakan sel-sel otot jantung. Pada umumnya hasil pemeriksaan enzim jantung sudah keluar dalam waktu 1 jam.  

Pada umumnya dokter dapat menegakkan diagnosis serangan jantung berdasarkan keluhan pasien dan gambaran EKG yang khas. Jika diagnosis belum dapat ditegakkan dengan kedua pemeriksaan tersebut, maka peningkatan nilai enzim jantung dapat membantu penegakan diagnosis.  

Tatalaksana 

Penanganan utama serangan jantung adalah dengan tindakan reperfusi. Reperfusi berarti membuat aliran darah yang tersumbat mengalir kembali. Hal ini dapat dilakukan dengan 2 cara. Cara pertama adalah dengan tindakan. Cara kedua adalah dengan obat.  

  • Reperfusi dengan tindakan  
  • Tindakan reperfusi secara medis dikenal dengan nama Primary Percutaneous Coronary Intervention (Primary PCI). Primary PCI memiliki pengertian membuka kembali sumbatan dengan cara melakukan pemasangan ring (stent) secara langsung, tanpa didahului pemberian obat.  
  • Tindakan Primary PCI merupakan opsi terbaik untuk penanganan pasien serangan jantung.  
  • Reperfusi dengan obat  
  • Pilihan reperfusi dengan obat bila tindakan Primary PCI tidak dapat dilakukan. Obat yang diberikan disebut obat trombolitik (fibrinolitik) yang bekerja dengan cara menghancurkan bekuan darah  

Selain itu dokter akan memberikan obat-obatan lainnya seperti 

  • Pengencer darah seperti aspirin, clopidogrel, atau ticagrelor  
  • Obat kolesterol, golongan statin 
  • Nitrat seperti isosorbide dinitrate untuk melebarkan pembuluh darah jantung  
  • Penghilang nyeri seperti morfin  
  • Obat-obat jantung lainnya seperti penyekat beta, golongan penghambat ACE 

Pada pasien yang tidak dapat dilakukan pemasangan ring, maka dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi coronary artery bypass grafting (CABG). CABG merupakan tindakan bedah terbuka yang dikerjakan oleh dokter bedah toraks kardiak dan vaskular (BTKV). Dokter akan mengambil pembuluh darah di bagian tubuh lain (umumnya tungkai dan pembuluh darah di rongga dada) yang masih sehat dan membuatkan jalur baru melewati pembuluh darah yang telah tersumbat.  

Komplikasi 

Berikut adalah komplikasi yang dapat terjadi akibat serangan jantung  

  • Gangguan irama jantung (aritmia) 
  • Syok kardiogenik, dimana jantung tidak mampu mengalirkan darah secara optimal sehingga menyebabkan organ lain mengalami kekurangan pasokan oksigen 
  • Gagal jantung akibat kerusakan sel- sel otot jantung 
  • Perikarditis atau peradangan pada selaput pembungkus jantung 
  • Henti jantung 

Pencegahan

Serangan jantung dapat  terjadi akibat interaksi dari faktor-faktor risiko, baik yang dapat dimodifikasi seperti merokok, hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, dislipidemia, maupun yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dengan serangan jantung maupun stroke. 

Tindakan pencegahan yang dilakukan bertujuan untuk menurunkan risiko terjadinya serangan jantung melalui modifikasi faktor risiko yang dapat dikerjakan dengan berbagai cara, diantaranya 

  • Berhenti merokok – dapat dilakukan secara mandiri, maupun dengan bantuan profesional melalui modifikasi perilaku  
  • Kontrol tekanan darah – target tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg 
  • Kontrol kadar kolesterol – sesuai dengan target yang diberikan dokter spesialis jantung, yang sudah disesuaikan dengan profil risiko individu 
  • Lakukan aktivitas fisik intensitas sedang (seperti jalan cepat) paling tidak 150 menit  atau intensitas berat (seperti jogging) selama 75 menit per minggunya.  
  • Kontrol gula darah – dapat dikerjakan dengan pengawasan dari dokter penyakit dalam dan dokter spesialis gizi klinik 

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman serta didukung dengan peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, serta aritmia.  

Filosofi “Advanced. Uncompromised” merupakan komitmen Heartology dalam menyediakan layanan kardiovaskular terbaik untuk semua usia baik dewasa maupun bayi/anak, berbasis teknologi mutakhir dan tim dokter berpengalaman yang memberikan layanan paripurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *