Wajib Diketahui! Perbedaan Katup Jantung dan Koroner
July 7, 2023
Penanganan Terbaik Tindakan Rotational Atherectomy di Heartology bersama dr. Dafsah
July 10, 2023

Keunggulan Ablasi Jantung 3D di Heartology Bersama dr. Sunu

Heartology Cardiovascular Hospital - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Sunu Budhi Raharjo, Sp.JP(K), PhD menjelaskan bahwa Ablasi jantung 3D merupakan sebuah penanganan medis bagi penderita aritmia atau gangguan irama jantung, dimana orang yang mengalaminya telah menggunakan obat-obatan dan kardioversi atau alat kejut jantung untuk membuat detak jantung menjadi normal tapi tidak berhasil.

Pengertian Ablasi Jantung 3D Untuk Mengobati Aritmia

Lebih lanjut dr. Sunu Budhi Raharjo, Sp.JP(K), PhD  dari Heartology menjelaskan, ablasi jantung 3D dilakukan dengan cara membuat jaringan parut di jantung untuk menghentikan sinyal listrik yang tidak teratur dan membuat detak jantung menjadi normal kembali.

Aritmia adalah gangguan dalam impuls listrik yang bertugas untuk mengatur detak jantung yang mengakibatkan jantung berdetak terlalu cepat, lambat atau tidak beraturan.

Ablasi jantung yang dikenal dengan nama ablasi kateter atau ablasi radio frekuensi ini menggunakan kateter berukuran kecil yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah tanpa melakukan tindakan operasi, agar pemulihannya lebih mudah dan cepat.

Metode Ablasi Jantung

Terdapat dua metode untuk melakukan tindakan ablasi jantung, yaitu:

Ablasi frekuensi radio dengan menggunakan energi panas untuk menghilangkan sinyal yang menyebabkan gangguan irama jantung. Ablasi jenis ini tersedia di Heartology dan menjadi layanan unggulan yang paling banyak dicari masyarakat Indonesia untuk penanganan aritmia dengan cepat dan tuntas karena tingkat akurasinya yang tinggi.

Cryoablation, dengan menggunakan suhu yang dingin untuk menghancurkan sinyal penyebab aritmia.

Pasien yang Membutuhkan Tindakan Ablasi Jantung di Heartology

Penderita aritmia yang tidak sembuh setelah ditangani dengan menggunakan obat-obatan. Pasien yang mengalami efek samping berbahaya saat mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi aritmia.

Pasien dengan jenis aritmia yang merespons baik jika ditangani dengan tindakan ablasi jantung, seperti atrioventricular nodal reentrant tachycardia (AVNRT), accessory pathway, fibrilasi atrium, atrial flutter, serta Wolff-Parkinson-White syndrome.

Penderita aritmia yang cenderung mempunyai risiko komplikasi berbahaya akibat aritmia, seperti serangan jantung dan henti jantung mendadak.

Profil dr. Sunu Budhi Raharjo, Sp.JP(K)

dr. Sunu Raharjo, SpJP(K) merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dan memperoleh gelar PhD-nya dari Kobe University. Ia juga mengambil program postdoctoral fellow Japan Society for the Promotion of Science

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darahnya di Universitas Indonesia (UI) Jakarta, ia memperdalam spesialisasinya dengan mengikuti pelatihan elektrofisiologi klinis, pemasangan alat pacu jantung dan kardiologi intervensi di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita. Ia juga mengikuti pelatihan elektrofisiologi klinis dan intervensi tingkat lanjut di Veteran General Hospital, Taipei, Taiwan.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman serta didukung dengan peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, serta aritmia. Filosofi “Advanced. Uncompromised” merupakan komitmen Heartology dalam menyediakan layanan kardiovaskular terbaik untuk semua usia baik dewasa maupun bayi/anak, berbasis teknologi mutakhir dan tim dokter berpengalaman yang memberikan layanan paripurna. (RF)