Patient Stories

Jajang Rusman Abdillah Fajar : Masuk Angin Yang Tak Biasa

Sering sekali masyarakat tidak menyadari telah mengalami gangguan kesehatan jantung. Keluhan-keluhan yang dirasakan di daerah dada seperti misalnya nyeri, sesak, dan dada seperti tertekan terkadang dianggap sebagai masuk angin biasa dan tidak ditangani dengan benar sehingga terlambat.

Ketika merasakan dadanya seperti tertekan, sesak, dan nyeri yang merata di dadanya, Jajang Rusman Abdillah Fajar juga menduganya ia masuk angin. Ia tidak tahu sumber sakitnya di mana dan karena menganggap hanya masuk angin biasa ia pun mengoleskan balsam.

Beberapa waktu kemudian, pria berusia 48 tahun itu pun akhirnya memeriksakan diri ke klinik perusahaannya di Pekanbaru, Riau. Oleh dokter klinik ia diberi obat hipertensi karena memang ia memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Jajang pun merasa baikan setelah itu. Tapi, ia tetap harus memeriksakan diri lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti penyakitnya.

Akhirnya ia dirujuk ke sebuah rumah sakit dan menjalani prosedur ultrasonografi jantung (ekokardiografi). “Saat itu tidak ditemukan apa-apa, bagus,” ujarnya.

Akan tetapi, ketika dilakukan prosedur pemindaian tomografi terkomputasi (CT Scan) ditemukan ada robekan di pembuluh darah jantung Jajang. Setelah dokter rumah sakit berkonsultasi dengan Dr. Suko Adiarto, SpJP(K) ternyata Jajang perlu menjalani operasi besar seperti rencana awal.

Jajang pun kemudian dirujuk ke Heartology, Jakarta untuk mendapatkan tindakan yang lebih komprehensif dan dukungan fasilitas yang lebih memadai. Ia akhirnya menjalani prosedur Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR), yaitu prosedur invasif minimal untuk mengatasi robekan pembuluh darah aorta sehingga pasien tidak perlu menjalani operasi besar, cukup dengan memasang stent ke dalam pembuluh darah jantung.

Sebelum menjalani tindakan, Jajang mendapat semua informasi yang perlu ia ketahui tentang prosedur yang akan ia jalani termasuk risikonya dari Dr Suko. “Karena mungkin Dr Suko berpengalaman, Alhamdulillah lancar dan bagus hasilnya,” kata Jajang.

Jajang menambahkan, pengalamannya menjalani pengobatan tersebut merupakan ikhtiar untuk mencari kesembuhan akan penyakitnya. Selama menjalani proses itu ia merasa optimistis. Karena semua informasi diberikan dengan jelas ia merasa lebih tenang selama menjalani prosedur TEVAR.

Jajang Rusman Abdillah Fajar

 

 

KEMBALI KE HALAMAN PATIENT STORIES