Waspada! Hal ini Bisa Menyebabkan Henti Jantung
Juni 6, 2023
Fungsi Otot Jantung dalam Tubuh Manusia
Juni 6, 2023

Tips Olahraga untuk Penderita Penyakit Jantung

Heartology Cardiovascular Hospital  - Penderita penyakit jantung tidak menjadi hambatan untuk tetap melakukan olahraga. Justru hal tersebut diketahui akan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan untuk penderita penyakit jantung.

Tapi, penderita tidak diharuskan untuk melakukan olahraga yang terlalu berat dan dapat memperburuk kondisi jantung. Selain itu, penderita juga harus memperhatikan cara yang aman ketika berolahraga.

Olahraga adalah gaya hidup sehat yang baik untuk dilakukan oleh semua orang, termasuk orang yang mempunyai penyakit jantung sekalipun.

Akan tetapi, penderita penyakit jantung tentu saja tidak dapat melakukan olahraga yang berat, seperti orang dengan tubuh yang sehat. Anda harus mengetahui jenis olahraga untuk penderita penyakit jantung  yang aman untuk dilakukan.

Penderita penyakit jantung harus berhati-hati jika berolahraga. Karena, olahraga yang terlalu berat dan menguras tenaga justru akan memberikan dampak buruk pada kondisi jantungnya.

Jadi, penderita hanya diizinkan untuk melakukan olahraga yang ringan saja. Jadi, agar aman dan tidak terjadi hal yang buruk, jadi simak tips aman berolahraga untuk penderita penyakit jantung dalam artikel ini.

Tips Olahraga untuk Pengidap Penyakit Jantung

Menderita penyakit jantung bukan berarti Anda tidak bisa melakukan olahraga. Karena, berolahraga secara teratur minimal 150 menit per minggu dapat meningkatkan fungsi jantung, mempercepat pemulihan penyakit jantung, dan bisa menghentikan beberapa obat yang Anda gunakan. Tipsnya, Simak dibawah ini yuk!

1. Konsultasi Lebih Dulu pada Dokter

Sebelum berolahraga, ada baiknya Anda bicarakan terlebih dahulu dengan dokter.

Tanyakan apakah olahraga yang akan dilakukan aman untuk kondisi kesehatan Anda dan cari tahu kegiatan yang perlu dihindari. Bukan hanya pantangan dalam melakukan olahraga saja, cari tahu juga tugas rumah tangga yang tidak diizinkan.

2. Pemanasan dan Pendinginan

Setiap orang, termasuk penderita penyakit jantung disarankan untuk melakukan pemanasan selama kurang lebih 5 menit sebelum melakukan olahraga dan pendinginan setelah olahraga. Hal tersebut sangat penting untuk mencegah jantung meningkat drastis secara mendadak yang bisa menyebabkan risiko yang buruk.

3. Selalu Cek Denyut Jantung

Tips supaya olahraga untuk penderita jantung aman, Anda harus memantau denyut jantung setiap saat. Gunakan alat monitor denyut jantung, Anda juga bisa mengecek nadi di pergelangan tangan sebelum dan setelah melakukan olahraga.

Rumusnya yaitu 220 dikurangi usia Anda. 80 persen dari hasil pengurangan tersebut mekrupakan denyut nadi maksimal. Apabila alat monitor telah menunjukkan denyut nadi maksimal, segera kurangi olahraga dan beristirahat.

4. Membawa Obat Jantung

Untuk berjaga-jaga, Anda harus selalu membawa nitroglycerin atau obat lain yang sudah diresepkan dokter selama berolahraga.

5. Menjaga Tubuh agar Tetap Terhidrasi

Anda harus banyak meminum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga supaya tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

6. Segera Berhenti Jika Gejala ini Muncul

Apabila Anda sudah merasa lelah, mual, pusing, sesak napas, dan nyeri dada, segera berhenti melakukan olahraga dan beristirahat.

7. Rutin Berolahraga

Lakukanlah olahraga secara rutin 3 hingga 5 kali seminggu selama kurang lebih 30-45 menit dan sesuai dengan kemampuan Anda.

Dengan adanya Tim Dokter Spesialias dan bedah Kardiothoraksik yang berpengalaman dan terlatih. Teknologi Canggih, dengan peralatan yang tersedia, sesuai dengan perkembangan teknologi pengobatan jantung terkini.

Penanganan Optimal, Mengusung pelayanan “Patient Centered Care”, yang mengutamakan kebutuhan dan keinginan pasien. Lokasi Strategis, Berada di pusat kota Jakarta yang mudah diakses dari berbagai penjuru dan transportasi.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman dan didukung oleh peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, hingga aritmia. (RF)