September 18, 2023
September 19, 2023

Keunggulan Penanganan Door to Balloon di Heartology Bersama dr. Denio

Heartology Cardiovascular Hospital - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K) menjelaskan, Door-to-balloon adalah pengukuran waktu  perawatan jantung darurat khususnya dalam pengobatan infark miokard dengan elevasi segmen ST (atau STEMI).

Pengertian Door-to-balloon

Seperti yang sudah dijelaskan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dokter Denio Ridjab Sp.Jp (K), penanganan Door-to-balloon merupakan pengukuran waktu dalam perawatan jantung darurat (ECC), khususnya dalam pengobatan infark miokard dengan elevasi segmen ST (atau STEMI) pada kasus serangan jantung. Door to balloon time adalah istilah yang menggambarkan proses tindakan mulai dari pasien masuk pintu IGD sampai dilakukan pemasangan balloon saat terjadinya serangan jantung. Heartology Cardiovascular sebagai salah satu Heart Attack Center merekomendasikan agar arteri dibuka kembali dengan kateterisasi dalam waktu 90 menit untuk hasil terbaik bagi pasien. Dalam jangka waktu 90 menit diasumsikan dalam 3 fase yaitu 30 menit dari waktu gejala mulai hingga pasien menjalani perawatan medis,  menit selanjutnya yakni dari mobilisasi tim kardiologi sampai pasien tiba di laboratorium katerisasi jantung, dan 30 menit dari awal prosedur hingga pembukaan arteri yang tersumbat.

Penanganan Door-to-balloon

Istilah balloon angioplasty yang umumnya digunakan untuk mendeskripsikan PCI merupakan metode pemompaan balloon di dalam pembuluh darah arteri untuk menghancurkan plak kolesterol pada dinding pembuluh darah dan atau dapat juga disertai dengan tindakan lain yaitu pemasangan stent sesuai dengan indikasi sumbatan yang didapatkan.

Profil Dokter Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)

dr Denio Adrianus Ridjab, Sp.JP(K) adalah pengajar di FK Unika Atma Jaya, Jakarta sejak tahun 2001.mSebelumnya, ia pernah menjadi konsultan penyakit dalam dan kardiologi intervensi di Evangelical Hospital Bielefeld, ahli penyakit dalam dan kardiologi di Heart Center Brandenburg, Bernau, dan ahli penyakit dalam di Charite Universitatsmedizin, Berlin.

Semuanya berada di Jerman. Perjalanan karir dr. Denio Ridjab dimulai ketika ia lulus dari FK Unika Atma Jaya, Jakarta dan melanjutkan pendidikan doktor dan program dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Departemen kardiologi dan Pulmonologi Charite Universitatsmedizin, Berlin, Jerman. Pada tahun 2014, European Society of Cardiology memberi dr. Denio Ridjab sertifikasi Fellow of European Society of Cardiology (FESC). Dua tahun kemudian, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) memberinya sertifikasi Fellow of Indonesian Heart Association (FIHA). Lama mengenyam pendidikan di Jerman membuat dr Denio Ridjab tergabung dalam sejumlah organisasi profesi kedokteran di sana, yaitu sebagai anggota German Society of Cardiology serta anggota European Association of Percutaneus Coronary Intervention.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai rumah sakit jantung dengan tim dokter spesialis jantung yang berpengalaman serta didukung dengan peralatan medis yang lengkap dan mutakhir, dapat menangani diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, serta aritmia. Filosofi “Advanced. Uncompromised” merupakan komitmen Heartology dalam menyediakan layanan kardiovaskular dewasa dan anak, berbasis teknologi mutakhir dan tim dokter berpengalaman yang memberikan layanan paripurna. (RF)