Jantung Bocor Gejala dan Cara Penanganannya
Mei 17, 2022
Mei 19, 2022

Elektrokardiogram (EKG): Pengertian, Cara Kerja dan Prosedur

Elektrokardiogram (EKG) adalah tes untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik (elektrokardiogram). Alat ini menerjemahkan impuls listrik menjadi grafik yang ditampilkan pada layar pemantau. Prosedur ini tergolong aman, cepat, dan tidak menyakitkan karena dilakukan tanpa pengaliran arus listrik dan tanpa sayatan (noninvasif).

EKG dilakukan jika kamu mengalami gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada, sulit bernapas, cepat lelah, badan lemas, jantung berdebar, dan gangguan irama jantung (takikardia maupun bradikardia). Tes ini bertujuan mendeteksi masalah kesehatan yang berkaitan dengan jantung, seperti serangan jantung, penyakit jantung koroner, gangguan elektrolit, keracunan dan efek samping obat, serta evaluasi efektivitas dari alat pacu jantung yang digunakan.

Efek samping EKG berupa reaksi alergi pada kulit akibat elektrode yang ditempel pada tubuh. Rasa nyeri akan timbul saat elektrode dicabut setelah pemeriksaan EKG selesai dilakukan.

Kelainan jantung yang hilang timbul terkadang sulit dideteksi hanya dengan pemeriksaan EKG. Pada kasus ini, kelainan jantung dideteksi dengan pemeriksaan aktivitas listrik jantung yang sedikit berbeda dengan pemeriksaan EKG standar, yaitu:

  • Tes stres atau EKG treadmill. Anda melakukan tes ini sambil menggunakan treadmill atau mengayuh sepeda statis.
  • Holter monitor. Alat ini dikalungkan di leher sambil elektrode ditempelkan di dada. Selama elektrode dan alat holter monitor dalam keadaan kering, Anda bisa tetap beraktivitas sambil pemeriksaan berlangsung karena alat ini mampu merekam EKG secara berkelanjutan, setidaknya selama 1–2 hari.
Cara kerja Elektrokardiogram (EKG)

Cara kerja EKG perlu melakukan pemeriksaan bila berisiko terkena penyakit jantung karena ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan EKG adalah perokok aktif, orang dengan obesitas, pengidap diabetes, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi.

Pemeriksaan EKG juga dibutuhkan jika Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Sakit pada dada.
  • Sesak napas.
  • Pusing
  • Pingsan mendadak.
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi).

Prosedur Pelaksanaan Elektrokardiogram (EKG)

  • Sebelum Elektrokardiogram (EKG)

idak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan EKG karena pemeriksaan ini umumnya dilakukan pada keadaan gawat darurat. EKG dilakukan untuk mendeteksi serangan jantung dan mengetahui kondisi jantung yang menyertai penyakit lainnya. Jika pemeriksaan ini direncanakan, pasien dianjurkan menghindari pemakaian lotion, minyak, atau bedak pada tubuh (khususnya area dada).

Hal ini bisa menyulitkan penempelan elektrode pada tubuh. Pastikan dokter mengetahui riwayat konsumsi obat-obatan dan suplemen yang pernah dan sedang dikonsumsi.

  • Pelaksanaan Elektrokardiogram (EKG)

EKG berlangsung singkat, hanya sekitar 5–8 menit. Kamu akan diminta melepas pakaian atas dan aksesori, sebelum pemeriksaan dilakukan. Saat pemeriksaan berlangsung, elektroda ditempelkan di dada, lengan, dan tungkai.

Elektroda yang dipasang biasanya berjumlah 10 atau 12 buah, berbahan plastik, dan berukuran kecil. Tiap kabel elektrode tersambung ke mesin EKG untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung. Dokter akan menginterpretasi hasil pemeriksaan yang ada di layar pemantau, kemudian hasilnya dicetak pada kertas.

  • Setelah Elektrokardiogram (EKG)

Kamu bisa beraktivitas seperti biasa setelah EKG dilakukan, kecuali jika hasil pemeriksaan abnormal. Pada kasus ini, aktivitas tertentu akan dibatasi sesuai dengan penyakit yang diidap. Hasil dari rekaman EKG bisa didiskusikan dengan dokter, atau kamu bisa membuat janji kembali untuk membahasnya. Informasi yang bisa didapat dari pemeriksaan EKG antara lain denyut jantung, irama jantung, perubahan struktur otot jantung, dan suplai oksigen untuk jantung. Pemeriksaan lanjutan dilakukan sesuai hasil temuan dari EKG.