Hal yang Menyebabkan Gangguan Jantung Bradikardia
Juli 2, 2023
Renal Denervation dalam Intervensi Kasus Hipertensi Persisten di Heartology Bersama dr. Faris Basalamah
Juli 6, 2023

Ablasi Jantung, Prosedur dan Risikonya

Heartology Cardiovascular Hospital – Terdapat dua metode ablasi jantung yang berbeda, namun prosedur yang dilakukan tergantung pada jenis aritmia pengidap. Selain itu, prosedur ini juga mempunyai risiko, seperti menyebabkan terjadinya gumpalan darah.

Apa itu Ablasi Jantung?

Ablasi jantung adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi masalah irama jantung atau aritmia. Harus diketahui bahwa, ablasi jantung dilakukan dengan menggunakan energi panas maupun dingin untuk membuat bekas luka kecil di jantung. Hal tersebut tujuannya adalah untuk memblokir sinyal listrik yang tidak teratur dan mengembalikan detak jantung. 

Jadi, berikut ini informasi tentang ablasi jantung. Khususnya tentang prosedur dan risiko dari tindakan medis ini. Simak selengkapnya dalam artikel ini!

Prosedur Ablasi Jantung

Dalam prosedurnya, terdapat dua metode untuk melakukan ablasi jantung, yaitu: 

  • Ablasi frekuensi radio dengan menggunakan energi panas untuk menghilangkan area masalah.
  • Cryoablation menggunakan suhu yang sangat dingin.

Jenis prosedur yang dilakukan juga beragam, karena tergantung pada jenis irama jantung abnormal yang dialami seseorang. Akan tetapi, secara umum, berikut tahapan dari prosedur medis ini: 

  • Pasien akan diberi obat penenang sebelum prosedur dimulai, agar menjadi tenang. 
  • Dokter akan membersihkan dan membuat mati rasa beberapa bagian kulit, seperti lengan, leher, dan selangkangan menggunakan obat bius. 
  • Kemudian, dokter akan membuat sayatan kecil di kulit. 
  • Setelah membuat sayatan, dokter akan memasukan tabung kecil fleksibel atau kateter, pada salah satu pembuluh darah di area tersebut. Selama tahap ini dilakukan, dokter akan menggunakan gambar X-ray secara langsung untuk mengarahkan kateter pada jantung secara hati-hati. 
  • Setelah kateter terpasang, dokter akan menempatkan elektroda kecil di berbagai area jantung. 

Elektroda ini terhubung pada monitor yang membantu dokter untuk memberitahukan area jantung mana yang menjadi penyebab dari masalah detak jantung tersebut. Pada beberapa kasus, ada satu atau lebih area spesifik.

Setelah sumber masalah ditemukan, salah satu jalur kateter digunakan untuk mengirimkan energi listrik (atau kadang-kadang energi dingin) pada area masalah. Hal tersebut akan membuat bekas luka kecil yang menyebabkan masalah irama jantung berhenti.

Harus diketahui bahwa ablasi kateter merupakan prosedur yang panjang, karena dapat berlangsung empat jam atau lebih. Dokter juga mungkin akan bertanya apakah pasien mengalami gejala dalam waktu yang berbeda selama prosedur. Karena, ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan oleh pasien selama prosedur tersebut, seperti: 

  • Rasa terbakar singkat ketika obat disuntikkan. 
  • Detak jantung yang lebih cepat dan lebih kuat. 
  • Pusing. 

Risiko

Efek samping ablasi jantung lebih sering terjadi pasca ablasi bedah dibandingkan setelah ablasi kateter. Kemungkinan risiko ablasi jantung akan meliputi:

  • Aritmia.
  • Munculnya gumpalan darah.
  • Kerusakan vena dari selubung dan kateter.
  • Berpotensi menyebabkan kerusakan pada jantung, seperti tusukan atau kerusakan katup dan konduksi.
  • Penyumbatan pembuluh darah yang membawa darah antara paru-paru dan jantung (stenosis vena pulmonal).
  • Paparan radiasi ketika ablasi kateter.
  • Adanya risiko infeksi atau pendarahan.
  • Meningkatnya risiko stroke atau serangan jantung.
  • Dalam kasus yang sangat jarang, prosedur ablasi jantung berpotensi membahayakan keselamatan nyawa seseorang. 

Selain itu, segera menghubungi dokter apabila mengalami beberapa kondisi berikut setelah prosedur ablasi jantung: 

  • Pendarahan di tempat tusukan di area dokter memasukkan kateter, atau di tempat sayatan untuk ablasi bedah.
  • Sakit dada.
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Mual atau muntah.
  • Mati rasa atau kesemutan di kaki (apabila lokasi tusukan ada di selangkangan).
  • Pembengkakan atau nyeri di area tusukan atau sayatan.

Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman dan didukung oleh peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, hingga aritmia. (RF)