Patient Stories

Carlos Luis Vinas Barmona : Di Singapura Biayanya Bisa Tiga Kali Lebih Mahal

Sejak lama ada persepsi bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia kalah dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, juga Bangkok. Tak mengherankan karenanya jika banyak warga Indonesia yang mampu, akan memilih berobat ke sana dibandingkan berobat di rumah sakit dalam negeri.

Akan tetapi, apa yang dialami oleh seorang warga Spanyol yang tinggal di Bali berkata sebaliknya. Ia merasakan pelayanan kesehatan yang baik saat menjalani tindakan pemasangan alat pacu jantung tanpa kabel (leadless pacemaker) di Jakarta.

Warga Spanyol tersebut, Carlos Luis Vinas Barmonas, mengamini persepsi buruknya citra pelayanan kesehatan dalam negeri Indonesia. Ia mengaku pernah berobat ke Singapura bahkan menjalani pemasangan stent atau cincin di Malaysia dan Thailand. “Di luar semuanya bisnis,” ujarnya.

Sampai akhirnya Carlos mendapat rekomendasi untuk berobat di Heartology, Jakarta dari temannya. Di sini, ia menjalani tindakan pemasangan alat pacu jantung di bawah pengawasan dr. Sunu B Raharjo.

Pria kelahiran tahun 1952 itu tidak menduga pelayanan yang ia terima begitu baik. “Pelayanannya fantastis. Saya tidak ada keluhan. Saya tidak mengira akan seperti ini. Di Singapura biayanya bisa tiga kali lebih mahal,” tuturnya antusias.

Alat pacu jantung adalah sebuah alat elektronik kecil yang ditanam pada sisi kiri tepat di bawah tulang selangka melalui sebuah operasi. Setelah dipasang, alat pacu jantung dapat mengatur denyut jantung dan mencegahnya berdenyut terlalu lambat yang dapat membahayakan pasien.

Sebelum dipasangi alat pacu jantung, Carlos harus berhati-hati ketika berjalan dan cepat capek. Setiap 100 meter ia harus berhenti. Tapi, kini ia bisa lebih bebas berjalan dan lebih leluasa bepergian. Kualitas hidupnya bisa meningkat.

Pelayanan memuaskan yang Carlos dapatkan selama menjalani proses tindakan pemasangan alat pacu jantung membuat pria yang sudah 29 tahun tinggal di Indonesia itu akan merekomendasikan teman-temannya untuk berobat di Jakarta, tidak ke luar negeri.

Carlos Luis Vinas Barmona

KEMBALI KE HALAMAN PATIENT STORIES