06 Oct 2021

Belajar Bantuan Hidup Dasar, Cara Selamatkan Orang yang Alami Henti Jantung

Tiba-tiba melihat orang yang tidak sadarkan diri dan mengalami henti jantung dan tidak ada tenaga medis? Orang awam pun bisa memberikan pertolongan pertama. Oleh karenanya, penting untuk mempelajari Bantuan Hidup Jantung Dasar (BHJD). BHJD merupakan gabungan dari pengamatan dan tindakan yang tidak terputus. Komponen yang harus dikuasai dalam melakukan oleh penolong adalah menilai keadaan pasien, kompresi dada yang baik, penggunaan alat defibrilasi otomatis (AED), dan penilaian pergerakan dada serta pemberian bantuan nafas yang baik.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Heartology Cardiovascular Center, dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), mengatakan bahwa ketika seseorang mengalami henti jantung, lima menit pertama adalah momen emas untuk menyelamatkan nyawa. Adapun tahapan BHJD secara umum adalah memastikan lingkungan sekitar aman, mengecek respon pasien, mengaktifkan sistem emergensi, chest compression (kompresi dada), airway (jalan napas), dan breathing (pernapasan).

"Sebelum menolong, pastikan lingkungannya aman untuk melakukan resusitasi. Misalnya, kalau pasien di tengah jalan, ya ke pinggirkan dulu, atau kalau dia kesetrum ya sumber listriknya dimatikan dulu," jelas dr Radityo.

"Lalu kenapa harus kompresi dada sebelum airway? Karena pada henti jantung, tekanan rata-rata oksigen dalam arteri umumnya masih baik, sehingga pemberian oksigen pada henti jantung tidak terlalu penting," lanjutnya.

Namun di masa pandemi ada perbedaan, dr. Radityo mengingatkan bahwa dalam BHJD, penolong hanya dapat melakukan tahap kompresi dada dan tidak boleh melakukan airway dan breathing sebagai upaya pencegahan penularan virus COVID-19. Selanjutnya, dr. Radityo mengatakan ada sedikit perbedaan dalam melakukan BHJD untuk bayi, anak-anak, orang dewasa, ibu hamil, dan pasien dengan kondisi khusus.

 

Selengkapnya saksikan di youtube https://www.youtube.com/watch?v=bGOAfDjEoiw&t=608s

KEMBALI KE HALAMAN BERITA